Liqo, Sapa Bilang Wajib?
![]()
Frens fillah yang belum begitu familiar dengan istilah ini, bisa jadi masih meraba-raba, seperti apa seeh liqo, sampai seolah-olah segitu hebatnya menghipnotis teman-teman kita yang lain.
Sejak era 1980-an, kesadaran untuk ber-Islam pelan-pelan muncul dikalangan masyarakat Indonesia, waktu itu dipelopori oleh para pemuda dan mahasiswa. Namun, dengan adanya kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK, yang dulunya dibuat untuk mengantisipasi munculnya para “pemberontak kampus� yang membahayakan rezim Orde Baru), aktivitas mahasiswa diawasi secara ketat. Secara diam-diam mereka tetap mempelajari agamanya secara berkelompok. Sampai beberapa tahun kemudian jilbab muncul satu persatu. Semangat yang sama-lah yang diwarisi oleh adik-adik angkatannya, sampai kemudian jumlah mereka semakin banyak.
Dan ketika reformasi memperlebar kran demokrasi, kader dakwah memandang sudah saatnya mereka menunjukkan jati diri sebagai seorang muslim. Pengajian dan tabligh terus digiatkan. Pembinaan-pembinaan terus dilangsungkan kepada seluruh kader (termasuk yang masih berada di kampus). Dan dengan rahmat Allah, muncul sebuah tekad untuk merintis pemerintahan yang Islami. Maka pada Agustus 1998 dideklarasikan Partai Keadilan (yang kemudian pada April 2003 bermetamorfosa menjadi Partai Keadilan Sejahtera) sebagai wasilah (sarana) menggapai birokrasi. Kelompok inilah yang sejak Orde Baru berusaha menghidupkan Islam secara diam-diam. Jamaah inilah yang menekankan pentingnya kaderisasi, pembinaan (tarbiyah), sehingga publik menyebutnya sebagai Jamaah Tarbiyah? Anda merasa sebagai anggota Jamaah Tarbiyah? Oh… kalau saya tidak, karena saya tidak memiliki kartu anggotanya dan tidak pernah mengikuti acara atau menerima surat dengan kop seperti itu.
Disisi lain, sekumpulan Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahim LDK (FSLDK) dan merasa gerah dengan kebobrokan Rezim Baru, mendapatkan jalan pada saat Muktamar X di Univ Muhammadiyah Malang. Pada kesempatan tersebut diambil keputusan untuk mendirikan gerakan mahasiswa yang peduli terhadap bangsa namun tetap memegang teguh nilai-nilai Islam. Maka, pada 29 Maret 1998 lahirlah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI-yang sampai saat ini masih menjadi back up teman-teman aktivis dakwah yang aktif di ranah siyasi atw politik). Maka, tidak salah jika dikemudian hari disebutkan bahwa KAMMI adalah LDK yang berpolitik.
Lantas, apanya yang salah, saat teman-teman kiri dan kawan-kawan yang apriori, ‘menuduh’ ada pergerakan mahasiswa tertentu yang menjadi underbow parpol atw jamaah tertentu. (Berani taruhan, ups! Haram ya… : sebagian besar pergerakan mahasiswa pasti merupakan underbow dari partai atau golongan tertentu) Kalau memang itulah wasilah dakwah yang kita punya, kita mau bagaimana? Jika keduanya memang sejak awal telah lahir dari orang-orang yang sama, apanya yang aneh?
Analoginya, ketika saya ingin mencari maisyah, ada banyak cara yang bisa saya ambil. Saya bisa bekerja sebagai dosen universitas, bisa berjualan komputer, bisa memimpin sebuah lembaga kursus. Cara yang saya ambil bisa berbeda-beda, tapi tujuannya sama : memberi nafkah untuk keluarga saya. Dan ini bukan berarti universitas tempat saya mengajar memiliki hubungan khusus dengan toko komputer dan lembaga kursus yang saya miliki. Toko saya tidak memberi pemasukan uang kepada universitas dan lembaga kursus saya tidak diajar oleh dosen-dosen dari universitas tempat saya bekerja.
Kembali ke masalah liqo, para aktivis dakwah menganggap bahwa pembinaan yang berkesinambungan penting dilakukan. Belajar Islam, tidak cukup hanya dengan mengikuti pengajian sesekali. Karena hal tersebut tidak bisa menjamin kita untuk tetap mempertahankan semangat setiap hari. Biah (lingkungan) tentu saja mengambil peranan penting. Maka selain membiasakan bergaul dengan orang-orang sholeh, carilah lingkungan yang mendukung; teman yang sama-sama ingin belajar atau orang yang sudah terlebih dahulu tahu. Disinilah kajian kelompok memegang peranan penting (semacam AAI-lah kalau di UGM, tapi tentunya tidak se formal dan se-ngebetein kayak AAI-itu komentar adik angkatan yang AAI-nya ga jalan dengan baik-). Dimana kita memiliki komunitas yang mendukung dan memiliki tujuan sama (bukan berarti tiap hari harus jalan bareng lho).
Selain itu, persatuan umat juga dapat dijaga dari sini. Dengan ukhuwah yang sedemikian erat (layaknya kaum Muhajirin dan Anshar yang dipersaudarakan kali ye…), insya Allah cita-cita tuk menjadi sholeh lebih mudah digapai (pingiin…).
Kemudian, mengapa liqo lantas menjadi bid’ah? Itu terjadi ketika kita tidak memahami sirah, tidak memiliki niat ikhlas, taklid alias tidak memahami permasalahan. Liqo (pertemuan) atau halaqah (lingkaran, karena duduknya melingkar) justru mencontoh Muhammad SAW pada awal fase dakwahnya. Pada saat itu beliau biasa mentarbiyah para sahabat, yang jumlahnya masih sedikit di rumah Arqam bin Abu Arqam. Pembinaan itu dilakukan secara teratur, dengan tidak diketahui oleh kaum kafir. Karena saat itu kekuatan kaum muslim masih amat kecil. Apa yang kita lihat dari hasil didikan beliau? Orang-orang besar yang tercatat harum namanya dalam Sirah Nabawiyah. Allahu Akbar!
Liqo adalah sebuah pilihan. Jadi, tidak ada yang akan men-dosakan kita saat kita tidak mengikuti liqo. Tarbiyah (bedakan dengan Jamaah Tarbiyah yang udah disebutin diatas) wajib bagi setiap muslim yang ingin berkomitmen. Namun, liqo bukanlah satu-satunya cara untuk men-tarbiyah diri. Masih ada kajian, upgrading, daurah (pelatihan), rihlah (rekreasi), mukhoyam (kegiatan fisik) dan lainnya yang sering diselenggarakan oleh organisasi, remaja masjid dan forum kajian disekitar kita. Tentu saja akan jauh lebih sempurna jika kira menggabungkan (memanfaatkan) semua sarana yang ada. Secara pribadi, saya lebih percaya kepada cara yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabat dahulu, saya liqo dan tetap mengikuti kegiatan lainnya.
Referensi : Membina Angkatan Mujahid (Said Hawa), Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimun 1 & 2 (Hasan Al Banna), Komitmen Muslim Sejati (Fathi Yakan), Gerakan Perlawanan Dari Masjid Kampus (Andi Rahmat & Muhammad Najib), KAMMI Dan Pergulatan Reformasi (Mahfudz Siddiq).
Saya telah baca artikel antum..(good). Cuma ada satu hal yang ingin aku ketahui sehubungan dengan kalimat “Kelompok inilah yang sejak Orde Baru berusaha menghidupkan Islam secara diam-diam. ” Bisa antum ceritakan tentang/sejarah berdirinya jamaah ini….
Telah Dituliskan 3 years agotrims wass
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” __luqman 18
salamua ‘alaykum.
alhamdullilah allah tlah memepertemukan ana dengan TULisan ini, GA RAGu banyak kalangan baca; ada yang acuh, biasa aja, bahkan ada yg ngasi comment. “behave’ yg terakhir bukan termasuk isng atau kebetulan…
ana terhenti baca di paragraf 3, BENARKAN HARUS BEGITU… gimana kalo ada 100.000 ’saudara kita dari jemaah tarbiyah yg baca?!!
semoga allah memaafkan segala khilaf dan kelalaian ana dan semua hati yang udah baca,..
Telah Dituliskan 2 years, 12 months agoperut kita
perlu diisi dengan makanan yg baek2
harus mgdng nutrisi alias bergizi githuuu..!!!
Begitu pula dengan hati kita
Telah Dituliskan 2 years, 6 months agoperlu dikasih suplemen hati
dengan LIQO Insya Allah
kita akan selalu semangat untuk melakukan hal yg
baek bagi kita
wess lah
afwan, karena kelalaianku ga sempat menanggapi komen2 sebelumnya. semoga ant dah menemukan jawabannya…
Telah Dituliskan 2 years, 6 months agobenar memang liqo nggak wajib koq..
Telah Dituliskan 2 years, 6 months agotapi…………….kebutuhan
Subhanallah, luar biasa tulisan antum itu. sebuah artikel yang menurut ana perlu panjaang kali lebar samadengan luas, pembahasannya.. tapi ternyata bisa disampaikan dengan singkat dan jelas. so gak membosankan.. jzk
Telah Dituliskan 2 years, 6 months agosubhanallah. tulisan yang singkat, padat n jelas. liqo memang bukan segala-galanya. tapi semua bisa berubah karena liqo.
Telah Dituliskan 2 years, 6 months agobagaimana dakwah ini bisa berkembang, jika para muharriknya tidak ditempa dengan tarbiyah (liqo). so jangan biarkan hati-hati ini kelaparan…..
jzk
Kepada murobbi haruslah selalu berusaha menguasai ilmu fiqih dan Tauhid yang benar agar para ma’du nya bisa dengan baik memahami islam usahakan jangan berkata tentang agama dengan kalimat “menurut ana ” atau “perasaan ana” karena agama bukan dari persaan tapi dari Al-Qur’an dan Sunnah. Usahakan agar tidak mencari anggota sebanyak-banyaknya untuk kemajuan partai dan pemilu tapi carilah anggota sebanyak-banyaknya untuk kemajuan Islam dan menegakkan akidah yang benar. Semoga Alloh merahmati kita semua…
Telah Dituliskan 2 years, 5 months agoliqo…?waduh ribet deh….saya setuju itu bukan kewajiban, tapi kenapa anak2 liqo selalu merasa lebih baik dari yang gak liqo, dan melihat mereka sebagai “domba2″ yang perlu diselamatkan….islam bukan liqo…bukan tarbiyah…islam adalah islam…satu saja….jadi jangan ikutan memecah belah umat dengan kelompok2 baru lah yau…thanks….wassalam buat ahhii 2 dan uttii2…yang merasa diri lebih baik dengan liqo
Telah Dituliskan 2 years, 4 months agoassalamu’alaikum.
Telah Dituliskan 2 years, 3 months agoSebagai manusia sepatutnya berusaha selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
SEMANGAT!!!!ALLAHU AKBAR!
Assalamu alaikum…
Telah Dituliskan 2 years, 2 months agoIy… bener juga sich
Liqo memang bukan segala-galanya
tapi segala-galanya dapat hadir karena liqo’
(insya ALLaH)
Itu Kata Murobbiyah Ana
semoga kita tetap istiqomah dalam jalan dakwah
Telah Dituliskan 1 year, 10 months agoantum suka bolos liqo ya …
Telah Dituliskan 1 year, 10 months agomudah2an pada istiqamah liqonya yah.. .. disaat pada murabbi sibuk dgn panggung politik dan kadang lupa dengan liqonya.. saat wacana PARTAI TERBUKA malah jadi membuat para kader terpecah belah….. jangan sampai membuat kita jadi mutung juga… jangan sampai ada PKS PERJUANGAN deh.. PKS sudah membuat kurva S pertama .. sekarang saatnya membuat kurva S kedua dengan ordinat yg lebih tinggi lagi… amiennn
Telah Dituliskan 1 year, 8 months agoassalamualaikum ana agus, ana salah satu yang tidak setuju dengan pemikiran liqo wajib, kalo nyari ilmu itu memang kudu wajib.dan ana baru 2 minggu memutuskan tuk berhenti liqo.ini ana putuskan karena kesadaran sendiri. mudah 2kita yang liqo/pks tau liqo/salafi bisa bareng memperjuangkan islam Allahhuakbar
Telah Dituliskan 1 year, 7 months agoLiqo,, segalanya bagi ana!!! insyaAllah sampai kapanpun dan apapun yang akan terjadi ana akan tetap liqo,, walau badai menghadang, walau harus mendaki gunung melewati lembah, sungai mengalir indah, mengarungi samudra!!!!,,, tapi semakin ana merasakan ana butuh liqo, semakin banyak cobaan yang ana hadapi, yang secara tidak langsung mendorong ana untuk berhenti liqo!!! tapi dengan keyakinan bahwa ana membutuhkan liqo,,, insayaAllah senuanya akan dan harus dapat ana lalui,,, buat teman-teman mohon doanya ya…..
Telah Dituliskan 1 year, 7 months agoAssalamu’alaikum,
Kita lagi bicara tentang sarana perjuangan ummat Islam, kan? Ini menarik. Nah, liqo’ atau halaqah menurut saya memang bisa jadi salah satu jawabannya. Paling tidak sebuah ikhtiar, ini sejalan dengan thesis doktoral yang telah mendapatkan predikat setara cum laude di Univ. Madinah. Hasan Al Banna sendiri, pencetusnya, telah lama merintisnya lewat gerakan Ikhwanul Muslimin di negeri Mesir.
Liqo’ dijalankan dengan efisien oleh Partai Keadilan/PKS di negeri kita. Ormas-ormas lain seperti HTI juga punya semacam sarana yang sama. Tak luput pula sempalan-sempalan Islam sesat juga mengambil manfaatnya. Bisa dikatakan, ber-Islam-nya seseorang memang peluang yang paling tepat dalam mengorganisir kekuatan.
Prediksi saya, PKS akan pula dengan mudah (seperti FIS dulu di Aljazair, IM di Mesir) merebut hati para pemilih kaum muslimin lewat basis-basis liqo’ pemuda/pemudi yang dibangun dan dirangkai sedemikian apiknya sehubungan dengan sistim demokrasi yang dianut negara. Ada pula link antara halaqah-halaqah yang telah didirikan. Demikian pula struktur organisasinya, sudah mapan.
Kemenangan PKS dalam pilkada-pilkada di daerah terus akan membuktikan hal ini. Kalau sekarang masih harus menggandeng artis kerean, begitu saatnya datang nanti, mereka akan berdiri sendiri. Kita juga akan melihat pergeseran posisi-posisi eksekutif/legislatif yang bakal diramaikan oleh figur-figur Ustadz suatu saat nanti. Kita simpan dulu pertanyaan apakah mereka memang orang yang tepat (ahlinya/berilmu) dalam forum ini.
Seperti apakah format Islam di Indonesia ke depan? Prediksi saya, Islam Indonesia akan bergeser sedikit ke format ‘militan’. Itu begitu PKS sukses besar dalam dua-tiga kali lagi Pemilu, ditandai dengan lahirnya eksekutif muda kota-kota besar hasil binaan Liqo’ yang punya perhatian besar thdp. majunya Islam, meski pokok perhatian mereka berbeda-beda sebenarnya ketika ditanyakan mengenai suatu perihal yang bahkan sangat mendasar misalnya. Namaun, dalam konteks menilai hasil suatu perjuangan, ini sudah suatu prestasi besar yang ternyata bisa dicapai Islam dengan sangat cepat dan modal yang minim.
Nah, kalau berbicara tentang dakwah Islam yang sesungguhnya, liqo’ yang menjamur sekarang itu tentu saja bukanlah jawaban tuntasnya.
Direkomendasikan Hasan Al Banna, liqo’ tak lain adalah metoda dakwah yang bermula tatkala dakwah yang sesungguhnya belum mungkin berjalan sebagaimana mestinya seperti karena kondisi politik suatu masyarakat/bangsa (liqo’ awalnya bergerak sembunyi-sembunyi, bukan di masjid justru rumah ke rumah atau kampus, dan harus dalam suatu kelompok-kelompok kecil dengan kurikulum yang katakanlah akseleratif). Karenanya ada plus dan minusnya, dan juga karena dengan terdapatnya agenda yang memberikan pemahaman untuk mengutamakan menyatukan kekuatan segenap kaum muslimin terlebih dahulu, persis sebagaimana yang diamanatkan Hassan Al Banna dalam mencapai suatu jami’atul muslimin. Tarbiyah atau pembinaan, inilah yang menjadi fokus utama gerakan. Resikonya, tasfiyah atau ikhtiar yang terus menerus dalam menjaga kemurnian pemahaman agama agak kurang mendapat tempat.
Adapun dakwah yang sesungguhnya, kalau mau berhasil, mesti dengan sabar mengikuti manhaj yang benar yaitu manhaj rasulullah (manhaj salafus shalih). Bolah-boleh saja ada kelas-kelas bahkan dibarengi dengan kultur menyetor hafalan Qur’an, namun tasfiyah harus terus berjalan bersamaan dengan tarbiyah. Majelis-majelis ilmu haruslah terbuka untuk umum, diadakan di masjid-masjid atau public area lainnya serta diisi oleh narasumber yang diakui berkualitas kadar keilmuannya, membahas kitab-kitab yang banyak jadi rujukan ummat, terutama kitab-kitab hadits dengan mengutamakan pembenahan (koreksi) aqidah di atas pembahasan-pembahasan lainnya.
Ironi sekiranya aktivis harakah sibuk membahas situasi politik melupakan peningkatan pengetahuan dirinya, atau anggota keluarganya.
Terakhir, patut kita bersyukur, di Indonesia tidak ada halangan untuk dakwah Islam. Sejarah harus kita jadikan pelajaran. Bagaimana FIS di Aljazair setelah menang telak dalam Pemilu yang berarti tinggal selangkah lagi yang diidam-idamkan rakyat Aljazair bakal terkabul, malah pecah berantakan di tengah jalan. Militer bukan sistem khilafah yang mengambil alih akhirnya. Bagaimana pula partai IM Ikhwanul Muslimin di Mesir tak kunjung sukses membawa perubahan besar dalam negeri Mesir. Apa sebenarnya yang jadi permasalahan? FIS dan IM terlalu cepat membesar, dan itu pun saja rapuh. Yang didapat selama ini justru Persatuan Islam yang semu, akibat kurang mendapat tempatnya unsur tasfiyah dalam dakwah yang merupakan dasar dari persatuan kaum muslimin.
Saya kira, meski dalam perspektif yang lain, komentar saya ini (saya harap) lebih proporsional. Silakan komentar balik buat yang berkenan.
Sekian,
Telah Dituliskan 1 year, 6 months agoWassalam
Tarbiyah bukan segala-galanya tapi segala-galanya dari tarbiyah
Telah Dituliskan 1 year, 6 months agoliqo merupakan saran pengembangan diri seorang mukmin.
lurusin niat lagi aja kali yach…. kalo mo berangkat liqo just for Allah
liqo memang bukan segala-galanya…tapi segalanya berawal dari liqo.
Telah Dituliskan 1 year, 5 months agoAssalamu’alaykum.. Setuju dg ukhti Aisyah, moga ALLOH memberkahi anti.
Liqo ga wajib, tp suatu kebutuhan.. Ruhani tu harus terus di isi dan di isi.. Ibarat kapak yg harus terus diasah, agar tajam tidak tumpul.. Sama dg ruhiyah ni u/terus ‘diasah’. Keep istiqomah.. LIQO adalah salah 1jalan dalam pembenahan diri.
Telah Dituliskan 1 year, 4 months agoLIQO
Telah Dituliskan 1 year, 3 months agoL I Q O
L I Q O
L I Q O
L I Q O
L I Q O
……
AU AH GELAPPP
ane hanya mau mengingatkan sama antum ” Hati-hati setiap tulisan yang antum cantumkan”
bagi ane,liqo segalanya dan harus
untuk merubah seorang muslim menuju kehidupan seorang muslim kaffaH!!
Telah Dituliskan 1 year, 3 months agoq jg ikut,tpi udh keluar,kyknya liqo seakan wajib,harus datang,tpi menurutku biasa saja materinya,dalilnya gak jelas cuma mentahannya saja gak ditafsirkan,lebih baik diponpes kayak ponpes orang2 NU itu tuh.jdi dalilnya quran hadits ditafsirkan disertai pembahasan fiqh kitab2 kuning.
Telah Dituliskan 1 year, 3 months agoane sdh liqo +- 8 tahun, sebelumnya ane di pesantern di aceh. waktu ane di Aceh, ane sangat faham dgn kaidah2 Islam spt Fikih, nahwu syaraf, hadist dll. tapi semuanya hanya untuk di hafal dan untuk sekedar bisa ceramah. setelah liqo baru merasakan betapa bergunanya ilmu2 itu semua bila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Telah Dituliskan 1 year, 3 months agobagi ane liqo tidak wajib, tapi belajar dalam pertemuan2 spt liqo dll adalah wajib bila hal tersebut membawa kita untuk melaksanakan hukum2 islam yang sifatnya wajib. sesuatu yang hukumnya tidak wajib, tetapi sesuatu itu menunjang hal2 yang wajib maka hukumnya wajib.
Syahdan: bila naik haji hukumnya wajib, maka jalan untuk mampu kesana juga wajib. (wajib: ekonomi, sarana, dll) smga antm mahfum.
Allahummaghfir lil muslimin……….
Tanpa Liqo pun ga masalah kok..
Yg terpenting apakah Qt semua mampu menjadi insan”yg bertaqwa..
Jadi kembali pada diri masing”..
Qt memperdalam Agama bkn hya dlm Liqo saja tp semua hal dpt d jadikan wadah..
Jadi bkn lah suatu keharusan..
Muslim yg KAFFAH bkn d nilai dari apakah dy seorang Santri atau hrs mengikuti pengajian ini itu..
Tp dgn niat n usaha dy dlm berikhtiar menjadi insan yg KAFFAH..
Wallahu alam..
Telah Dituliskan 1 year, 2 months agoSungguh kebenaran adalah milik Allah yg mengetahu na..
Syukron..
mang bukan patokan baku.but orang sholih tanpa komunitas sholih lebih mudah utk tergoda. buktikan saja…
Telah Dituliskan 1 year agoLiqo ga wajib.
Wajib nuntut Ilmu.
Salah satu wadah untuk nuntut Ilmu ada di Liqo.
Tetapi bukan berarti Liqo itu wajib.
Mau tanya apakah di era Imam Hanafi, Hambali, safi’i, Maliki sudah ada Liqo?
Apakah ke-emapt itu melakukan Liqo?
Matur Nuwun Jawabannya.
Telah Dituliskan 1 year agoyuk liqo yuk, dah lama g liqo
Telah Dituliskan 10 months, 3 weeks agobaiklah,, liqo…
Telah Dituliskan 9 months, 1 week agoLIQO = pertemuan
Telah Dituliskan 7 months, 2 weeks agoPertemuan dgn siapa ?
PERTEMUAN / PERSAKSIAN DENGAN DZAT ALLAH ( Persaksian= bersyahadat)
Bagi siapa saja yg belum pernah mengenal kembali Dzat Allah saat hidup didunia ini, dia tidak akan bisa kembali kepada Dzat Allah saat meninggal nanti.
Sudah pernahkah Rasulullah SAW berjumpa dengan Dzat Allah ? Sudah, saat Isra’ Mi’raj……. Contohlah Rasulullah SAW , karena beliau adalah teladan yg baik.
Bagaimana agar kita juga bisa berjumpa dengan Dzat Allah ? carilah guru mursyid sejati….yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi perjalanan Ruh kita saat lepas berpisah dengan jasmani…Wass
saya hanya memandang bahwa dalam liqo ada ilmu, maka liqo adalah majlis yang sebaiknya didatangi… tapi kadang saya agak kecewa dengan “oknum murobbi” yang seolah main paksa, main tunjuk tanpa konfirmasi atau bertanya dulu tentang sesuatu yang dia tugaskan kepada kita, apakah kita setuju dan siap. karena kita juga manusia… yang kadang punya keterbatasan.. saya pernah mengalami hal ini… tadinya saya tidak berpikiran bahwa liqo adalah PKS, tapi kemudian ternyata dengan tegas sang murobbi senantiasa mendeklarasikan bahwa beliau dan liqo ada lah PKS, sehingga beberapa teman merasa kurang sreg dan akhirnya mundur teratur karena merasa dipaksa menjadi seorang PKS… buat saya sih ga masalah, karena prinsip saya satu, di mana ada ilmu, ke sanalah saya akan menuju… jadi kadang belajar cuek saja dan jujur kalo memang kita ga setuju dengan apa kata mirobbi… berkumpul toh tak harus seragam kan?
Telah Dituliskan 7 months agokita bukan yang paling benar tapi kita adalah bagian dr kebenaran
biarlah Allah yang mengetahui mana hamba2Nya yang berjuang dengan ikhlas untuk menegakan dinul islam bkan orang yang hanya berbicara tanpa suatu amal yang nyata…
Telah Dituliskan 5 months, 3 weeks agoAlhamdulillah santi dipertemukan melalui blog ini. Subhanallah jika kita benar2 memahami arti liqo. Menurut q liqo memang penting disamping kesibukan2 yang ada sehari-hari.
karena kita selalu memilki kekurangan, oleh karena itu tarbiyah penting tuk mengontrol diri, mengkondisikan diri menjadi lebih baik.
apalagi dalam pergaulan kampus yang memilki beragam karakter, jika tidak didasari oleh pemahaman yang baik dan benar, maka kita hanya sekedar tahu, tapi tidak mampu melakukannya karena kurang memahami.
so….untuk semua ikhwah…
Usahakan terus tarbiyah dan mentarbiyah…
keuntungannya banyak banget!!!
Telah Dituliskan 5 months agoliqo??menyenangkan….jika seorang murrabi memberikan materi jelas.di lq ada ukuwah,ada kasih sayang,saling bagi ilmu…lq ya lq …pks ya pks….enakan lq daripada pks…hidup liqo
Telah Dituliskan 3 months ago