<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pacaran Islami, Yang Bener Aja!</title>
	<atom:link href="http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/</link>
	<description>....ingin menjadi bidadari....</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 12:31:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sha</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1863</link>
		<dc:creator>sha</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 03:52:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1863</guid>
		<description>pacaran islami????eehhmmm.....maybe yes maybe no..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pacaran islami????eehhmmm&#8230;..maybe yes maybe no..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wahyu Kresna El Haydar</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1825</link>
		<dc:creator>Wahyu Kresna El Haydar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:01:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1825</guid>
		<description>allahul musta&#039;an.,
demi dzat yang memiliki dan menciptakan. demi Dzat yang membolak balikkan hati.

lagi2 ada orang itu! astaghfirullah, benar2 mengaburkan pemahaman orang2 awam!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>allahul musta&#8217;an.,<br />
demi dzat yang memiliki dan menciptakan. demi Dzat yang membolak balikkan hati.</p>
<p>lagi2 ada orang itu! astaghfirullah, benar2 mengaburkan pemahaman orang2 awam!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: etikush</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1705</link>
		<dc:creator>etikush</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 12:03:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1705</guid>
		<description>oia, 50-80 pengunjung perhari</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oia, 50-80 pengunjung perhari</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: etikush</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1704</link>
		<dc:creator>etikush</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 12:02:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1704</guid>
		<description>hoiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
gw bikin artikel tentang pacaran islami,
trus pengunjung gw berkisar antara 50-80 pengunjung,
tapi kok gak ada yang koment semeriah ini ya??
boleh tanya susuknya gak????
gw juga pengen ada yang perang di blog gw nih..............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hoiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii<br />
gw bikin artikel tentang pacaran islami,<br />
trus pengunjung gw berkisar antara 50-80 pengunjung,<br />
tapi kok gak ada yang koment semeriah ini ya??<br />
boleh tanya susuknya gak????<br />
gw juga pengen ada yang perang di blog gw nih&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: vijiyan</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1573</link>
		<dc:creator>vijiyan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 05:25:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1573</guid>
		<description>ahahahahahahahahahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ahahahahahahahahahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nDETZ.....CBZ</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1559</link>
		<dc:creator>nDETZ.....CBZ</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 08:59:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1559</guid>
		<description>aku juga masih bnung apakah pada jaman Rasul dkenal dengan istlah pacaran...Tapi yang jelas jatuh cinta itu fitrah manusia,lalu untuk menyikapinya kita dianjurkan untuk sesuai dengan Sunnah yang ada dalam AlQuran maupun al hadis..Namun kualitas kita dalam mnanggapi jatuh cinta itu berbeda beda ,,tergantung tingkat keimanan seorang...jadi yang terpenting adalah jadi lbih baik aj lah.......kata guruku Islam itu mudah tapi jangan DIPERMUDAH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku juga masih bnung apakah pada jaman Rasul dkenal dengan istlah pacaran&#8230;Tapi yang jelas jatuh cinta itu fitrah manusia,lalu untuk menyikapinya kita dianjurkan untuk sesuai dengan Sunnah yang ada dalam AlQuran maupun al hadis..Namun kualitas kita dalam mnanggapi jatuh cinta itu berbeda beda ,,tergantung tingkat keimanan seorang&#8230;jadi yang terpenting adalah jadi lbih baik aj lah&#8230;&#8230;.kata guruku Islam itu mudah tapi jangan DIPERMUDAH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syifa</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1502</link>
		<dc:creator>syifa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 10:50:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1502</guid>
		<description>Ihdinash shiratal mustaqiim...Ya Allah, tunjukilah kepada kami bahwa yang salah itu salah dan yang benar itu benar...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ihdinash shiratal mustaqiim&#8230;Ya Allah, tunjukilah kepada kami bahwa yang salah itu salah dan yang benar itu benar&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pacaranislamikenapa</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1488</link>
		<dc:creator>pacaranislamikenapa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 02:32:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1488</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagai sebuah wacana.. &quot;pacaran islami&quot; boleh jadi bisa menjadi &quot;jawaban&quot; bagi mereka yang sedang berpacaran, tetapi itupun setelah dijelaskan definisinya, konsep, dalil, metode, dan teknisnya seperti apa.. dengan adil, jujur, dan ilmiah. Misalkan &quot;Pacaran Islami: pacaran setelah menikah&quot;.

Tetapi kenyataannya, yang terjadi adalah distorsi-distorsi dalam memahami istilah, definisi, dalil2 syar&#039;i, ijtihad para ulama, sehingga yang muncul adalah perkara-perkara syubhat yang satu dan lainnya saling bertentangan.

Salah satu contoh, membandingkan &quot;silaturahim&quot; dengan &quot;pacaran&quot;. Mereka yang mengatakan ini mengaku menggunakan &quot;logika&quot;, tetapi ntah mereka sendiri paham tentang makna &quot;logika&quot; atau tidak, kenyataannya mereka membandingkan 2 hal yang tidak sejajar untuk dibandingkan. Apakah logis membandingkan 2 hal yang berbeda derajatnya? Sebuah perbandingan seharusnya dilakukan atas dua atau lebih hal yang sederajat. Tidaklah pada tempatnya membandingkan kemampuan matematika seorang yang normal dengan seorang yang terbelakang mentalnya, sama halnya tidaklah pada  tempatnya membandingkan silaturahim-yang berarti menyambung tali ksaih sayang dalam arti yang syar&#039;i- dengan pacaran-hubungan percintaan pranikah yang banyak dibumbui perkara mendekati zina-.

Bagi mereka yang berakal, tentu tidak perlu ragu dan bimbang. Agama kita mengajarkan bahwa yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, diantaranya ada perkara syubhat yang secara fitrah setiap manusia pasti dapat mengenali perkara itu lebih mendekati ke haram ataukah ke halal. Cuma memang manusia adalah makhluk yang Allah SWT karuniai juga dengan syahwat(keinginan2/ kecintaan), dan ketika syahwat itu lebih banyak mendapat bisikan syetan, maka dia akan berusaha untuk mencari &quot;celah&quot; pembenaran. Jikalau qalbu-qalbu mereka sering disirami dengan air dzikrullah, hati-hati mereka dekat dan memiliki keterikatan dengan orang-orang sholeh, maka mereka akan bertanya kepada ahli agama, mengenyampingkan bisikan &quot;pembenaran&quot; untuk mendapatkan kebenaran. 

Karena bukanlah &quot;pembenaran&quot; yang dapat menenangkan hati, tetapi kebenaranlah yang akan mendatangkan ketenangan. Akhirnya..meski ia &quot;sendiri&quot; dalam perjalanannya menuju pintu pernikahan untuk bertemu bidadari hati yang telah dipersiapkan Allah SWT untuknya, ia akan tetap tegar hingga Allah SWT mempersatukan mereka. Karena janji Allah SWT itu pasti, laki2 yang baik hanya akan menjadi pendamping wanita2 yang baik, begitu juga sebaliknya. wallahu&#039;alam.

wassalamu&#039;alaykum warahmatullahi wabarakatuh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Sebagai sebuah wacana.. &#8220;pacaran islami&#8221; boleh jadi bisa menjadi &#8220;jawaban&#8221; bagi mereka yang sedang berpacaran, tetapi itupun setelah dijelaskan definisinya, konsep, dalil, metode, dan teknisnya seperti apa.. dengan adil, jujur, dan ilmiah. Misalkan &#8220;Pacaran Islami: pacaran setelah menikah&#8221;.</p>
<p>Tetapi kenyataannya, yang terjadi adalah distorsi-distorsi dalam memahami istilah, definisi, dalil2 syar&#8217;i, ijtihad para ulama, sehingga yang muncul adalah perkara-perkara syubhat yang satu dan lainnya saling bertentangan.</p>
<p>Salah satu contoh, membandingkan &#8220;silaturahim&#8221; dengan &#8220;pacaran&#8221;. Mereka yang mengatakan ini mengaku menggunakan &#8220;logika&#8221;, tetapi ntah mereka sendiri paham tentang makna &#8220;logika&#8221; atau tidak, kenyataannya mereka membandingkan 2 hal yang tidak sejajar untuk dibandingkan. Apakah logis membandingkan 2 hal yang berbeda derajatnya? Sebuah perbandingan seharusnya dilakukan atas dua atau lebih hal yang sederajat. Tidaklah pada tempatnya membandingkan kemampuan matematika seorang yang normal dengan seorang yang terbelakang mentalnya, sama halnya tidaklah pada  tempatnya membandingkan silaturahim-yang berarti menyambung tali ksaih sayang dalam arti yang syar&#8217;i- dengan pacaran-hubungan percintaan pranikah yang banyak dibumbui perkara mendekati zina-.</p>
<p>Bagi mereka yang berakal, tentu tidak perlu ragu dan bimbang. Agama kita mengajarkan bahwa yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, diantaranya ada perkara syubhat yang secara fitrah setiap manusia pasti dapat mengenali perkara itu lebih mendekati ke haram ataukah ke halal. Cuma memang manusia adalah makhluk yang Allah SWT karuniai juga dengan syahwat(keinginan2/ kecintaan), dan ketika syahwat itu lebih banyak mendapat bisikan syetan, maka dia akan berusaha untuk mencari &#8220;celah&#8221; pembenaran. Jikalau qalbu-qalbu mereka sering disirami dengan air dzikrullah, hati-hati mereka dekat dan memiliki keterikatan dengan orang-orang sholeh, maka mereka akan bertanya kepada ahli agama, mengenyampingkan bisikan &#8220;pembenaran&#8221; untuk mendapatkan kebenaran. </p>
<p>Karena bukanlah &#8220;pembenaran&#8221; yang dapat menenangkan hati, tetapi kebenaranlah yang akan mendatangkan ketenangan. Akhirnya..meski ia &#8220;sendiri&#8221; dalam perjalanannya menuju pintu pernikahan untuk bertemu bidadari hati yang telah dipersiapkan Allah SWT untuknya, ia akan tetap tegar hingga Allah SWT mempersatukan mereka. Karena janji Allah SWT itu pasti, laki2 yang baik hanya akan menjadi pendamping wanita2 yang baik, begitu juga sebaliknya. wallahu&#8217;alam.</p>
<p>wassalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakatuh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: noerha</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1454</link>
		<dc:creator>noerha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 05:27:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1454</guid>
		<description>Assalamualaikum wr wb

kyknya seru banget ni debatbya, sampe panjang gni...
klo bleh q kasih saran buat tmen2 ni mending kita semua ga usah pacaran dlu....org blgnya pcran setelah kawin??
klo metode itu pasti aman,hehehehe 

tapi yang namanya pacaran islami tu menurut q lebih baik dihindari ja,qt emang bisa sih menerangkan bahwa pacaran islami tu ada dan gak haram bla bla bla, tapi dalam kenyataan apa bisa??coba deh tanya sm dri kalian sendiri?? yakin gak klo kalian menganut sistem pcran islami kalian bisa terhindar dari hal2 yang mendekati zina? 
Kalian tidak bersentuhan, tdk berkhalwat, tdk mojok di taman, dan masih dpt dilihat khalayak, tp apa itu bs jd jaminan bahwa hati dan pikiran kalian terhindar dari perbuatan zina itu??

Belum lagi klo (mungkin sja) cwo kalian menginginkan (katakanlah ciuman) trz apa bisa kalian menolak mentah2 keinginan pacar kalian yang dlm tanda kutip orang tersayang kalian? Apalagi klo pke rayuan maut, pasti ce2 bkl luluh lantak hatinya dan takluk pada pcrnya,,

yah, Semua orang pilih amannya kan, bersih pikiran bersih hati (insya Allah) dan bisa terhindar dari segala sesuatu yang tidak baik dalam pergaulan saat ini.. 

aq memang tdk bisa menjelaskan dengan dalil2 shahih. toh tmn2 jg sdh menyampaikannya semua..Cuma saran saya buat temen2 yang ingin bnr2 menjaga hati, pikiran dan perbuatan dari zina lebih baik hindarkan diri dari pacaran, baik yang pacaran islami ataupun tidak
thx,

enjoy your day with yourself</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb</p>
<p>kyknya seru banget ni debatbya, sampe panjang gni&#8230;<br />
klo bleh q kasih saran buat tmen2 ni mending kita semua ga usah pacaran dlu&#8230;.org blgnya pcran setelah kawin??<br />
klo metode itu pasti aman,hehehehe </p>
<p>tapi yang namanya pacaran islami tu menurut q lebih baik dihindari ja,qt emang bisa sih menerangkan bahwa pacaran islami tu ada dan gak haram bla bla bla, tapi dalam kenyataan apa bisa??coba deh tanya sm dri kalian sendiri?? yakin gak klo kalian menganut sistem pcran islami kalian bisa terhindar dari hal2 yang mendekati zina?<br />
Kalian tidak bersentuhan, tdk berkhalwat, tdk mojok di taman, dan masih dpt dilihat khalayak, tp apa itu bs jd jaminan bahwa hati dan pikiran kalian terhindar dari perbuatan zina itu??</p>
<p>Belum lagi klo (mungkin sja) cwo kalian menginginkan (katakanlah ciuman) trz apa bisa kalian menolak mentah2 keinginan pacar kalian yang dlm tanda kutip orang tersayang kalian? Apalagi klo pke rayuan maut, pasti ce2 bkl luluh lantak hatinya dan takluk pada pcrnya,,</p>
<p>yah, Semua orang pilih amannya kan, bersih pikiran bersih hati (insya Allah) dan bisa terhindar dari segala sesuatu yang tidak baik dalam pergaulan saat ini.. </p>
<p>aq memang tdk bisa menjelaskan dengan dalil2 shahih. toh tmn2 jg sdh menyampaikannya semua..Cuma saran saya buat temen2 yang ingin bnr2 menjaga hati, pikiran dan perbuatan dari zina lebih baik hindarkan diri dari pacaran, baik yang pacaran islami ataupun tidak<br />
thx,</p>
<p>enjoy your day with yourself</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: CAT'S BOSS</title>
		<link>http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1452</link>
		<dc:creator>CAT'S BOSS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 06:55:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syifa.wordpress.com/2005/12/10/pacaran-islami-yang-bener-aja/#comment-1452</guid>
		<description>kalo saya sih.. yang lurus-urus saja...
kalo memang merasa sudah mampu melangsungkan pernikahan, ya lebih baik langsung nikah saja .. ya to?. lha kalo belum mampu melakukan pernikahan ya jangan maksain diri tuk menjalin hubungan dulu..itu nekat namanya...
toh rasul SAW juga menyarankan kita untuk cepat menikah...
lha terus kalo sudah cinta berat gimana...?
memang sih, masa muda itu penuh dengan cobaan..
saat kita merasa suka ( cinta kata orang ), kita selalu ingat pada si doi, ga enak makan gara-gara mikirin si doi..khawatir terus tentang keadaan si doi..
kalo menurut saya.. dalam islam tidak ada pacaran...
hubungan yang terbaik untuk usia remaja adalah hubungan persahabatan yang saling menengur.. membantu... menasehati dan hal-hal baik yang lainnya. bukan berarti ini adala istilah lain dari pacaran, tapi, dalam hubungan persahabatan ada batasan-batasan tertentu. pacaran itu berlebihan... ya hubungannya, kata-katanya, perasaannya, dll. kalo menurut anda itu tidak berlebihan.. anda seperti memakan makanan yang uenak.. ga terasa dua piring juga kurang..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo saya sih.. yang lurus-urus saja&#8230;<br />
kalo memang merasa sudah mampu melangsungkan pernikahan, ya lebih baik langsung nikah saja .. ya to?. lha kalo belum mampu melakukan pernikahan ya jangan maksain diri tuk menjalin hubungan dulu..itu nekat namanya&#8230;<br />
toh rasul SAW juga menyarankan kita untuk cepat menikah&#8230;<br />
lha terus kalo sudah cinta berat gimana&#8230;?<br />
memang sih, masa muda itu penuh dengan cobaan..<br />
saat kita merasa suka ( cinta kata orang ), kita selalu ingat pada si doi, ga enak makan gara-gara mikirin si doi..khawatir terus tentang keadaan si doi..<br />
kalo menurut saya.. dalam islam tidak ada pacaran&#8230;<br />
hubungan yang terbaik untuk usia remaja adalah hubungan persahabatan yang saling menengur.. membantu&#8230; menasehati dan hal-hal baik yang lainnya. bukan berarti ini adala istilah lain dari pacaran, tapi, dalam hubungan persahabatan ada batasan-batasan tertentu. pacaran itu berlebihan&#8230; ya hubungannya, kata-katanya, perasaannya, dll. kalo menurut anda itu tidak berlebihan.. anda seperti memakan makanan yang uenak.. ga terasa dua piring juga kurang..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
