Pindah Kuadran Ah…

8 Agu

tidak penting berapa kali Anda gagal, yang penting berapa kali Anda bangkit. [Abraham Lincoln]

Lima persen penduduk dunia menguasai lebih dari delapan puluh persen uang yang beredar saat ini. Di tingkat lokal, lima persen penduduk Indonesia menguasai sembilan puluh lima persen peredaran uang. Ini berarti sembilan puluh lima persen dari lebih dari dua ratus juta penduduk hanya memegang dan memperebutkan lima persen uang sisanya.
Sekedar membahasakan ulang teori Kiyosaki, sejak kecil kita diajari untuk menjadi pintar, bersekolah tinggi, mencari kerja dengan penghasilan besar atau jaminan uang pensiun. Sejak lama kita dididik untuk pandai dan menjadi employee bagi orang lain. Hanya sedikit orang yang memahami pengelolaan finansial untuk membuat uang bekerja untuk mereka, bukannya mereka yang bekerja demi uang. Juga yang membuat orang pintar bekerja untuk mereka, bukan mereka yang dipekerjakan.
Teori ini juga memberi gambaran dari Kiyosaki bahwa orang cenderung menganggap liabilitas sebagai aset. Orang kaya (dalam definisi ini, orang kaya adalah pemilik perusahaan besar atau investor profesional) mampu membedakan mana liabilitas, mana aset. Mereka mengembangkan aset agar bekerja untuk mereka dan terus menghasilkan uang. Sementara golongan menengah ke bawah menghabiskan sebagian uang mereka untuk memelihara liabilitas.
Pemilik aset inilah yang berada di kuadran kanan (bussiness owner en investor) yang berjumlah kecil dan menguasai sebagian besar peredaran uang. Sementara kuadran kiri (employee en self employee, segala macam pekerjaan diluar kuadran kanan) menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja pada orang lain dengan gaji yang kecil.
Sejak dulu, sebagian besar dari kita mengikuti alur manusia pada umumnya. Setelah lulus sekolah atau kuliah, lantas menawarkan ijasah dan keterampilan kepada perusahaan milik orang lain. Alangkah enaknya jika kitalah pemilik perusahaan dimana orang lain menawarkan ijasahnya kepada kita. Sayangnya, mengutip kalimat A. Khoerussalim (sarjana Filsafat UGM yang kini menjadi super trainer bisnis, owner Country Donut), orang lebih suka berada pada jalur aman jika sudah menyangkut permasalahan uang. Tidak berani mengambil dan menghadapi resiko untuk mencoba sesuatu. Mereka lebih suka berpenghasilan tetap daripada tetap berpenghasilan. Siapa yang menjamin kita akan terus bekerja untuk perusahaan X? Siapa yang tidak khawatir dengan persiapan hari tua?
Kalo kita punya tabungan atw deposito sekian juta di bank, akan sangat membantu jika digunakan sejak sekarang untuk mulai membangun aset kita, untuk segera berpindah dari kuadran kiri ke kuadran kanan. Keuntungan bisnis dari investasi maupun membangun aset berkali lipat dibanding bunga bank yang hanya beberapa persen. Salah satu jalan kebangkitan ekonomi Indonesia adalah melalui munculnya entrepreneur pribumi yang berani bersaing dengan produk impor.
Kalaupun motivasi kita bukan melulu karena uang, kita dapat melihat bagaimana masa muda Rosulullah saat muda. Beliau seorang entrepeneur dengan istri bussines woman internasional. Sembilan puluh sembilan pintu rejeki ada pada perdagangan, sabdanya [tolong kalo kalimatnya keliru dikoreksi ya...]. Allah lebih menyukai mukmin yang kuat, termasuk dalam hal finansial, dari pada mukmin yang lemah. Dengan menjadi kaya, ada lebih banyak amal yang dapat kita lakukan. Mulai dari rukun Islam kelima, bersedekah lebih banyak sampai membangun bermacam yayasan untuk kemanfaatan umat. Yuks, pindah kuadran en kita kaya bareng-bareng…. []

*Aset, definisi mudahnya sesuatu yang terus bekerja dan menghasilkan uang tanpa keterlibatan/meski ditinggalkan oleh pemilik. Misalnya perusahaan bagi owner dan investasi bagi investor.
**Liabilitas, suatu benda yang mampu bekerja/menghasilkan uang tetapi membutuhkan pemeliharaan yang bisa menimbulkan pengeluaran baru atau mengurangi harga benda tersebut. Misalnya mobil dan rumah.

7 Tanggapan to “Pindah Kuadran Ah…”

  1. aad Agustus 9, 2006 pada 8:46 am #

    wewe…. benar juga tuh apa yg dipostingin…..

  2. takmir mmu Agustus 9, 2006 pada 9:28 am #

    Cuma mau ngoreksi May, bukan 99 pintu tapi 9 dari 10 pintu riski ada dalam perdagangan, di edit nggih …

  3. deep_track Agustus 9, 2006 pada 11:17 pm #

    bner postingan panjenengan :)

  4. syifa Agustus 12, 2006 pada 5:15 am #

    thanx takmir mmu tuk koreksinya [hayo, takut terkenal ya... ga pake nama terang], thanx juga tuk yang laen…

  5. deep_track September 5, 2006 pada 4:20 am #

    terkadang ada saat dimana manusia akan mengalami masa terlemahnya… dan dirikuh berusaha tuk kembali lagi… hehehe… :P

  6. Aswad September 27, 2006 pada 2:16 pm #

    Ya, ane setuju. Muslim perlu untuk jadi kaya,
    Tapi….tahukah anti?
    Bahwa siroh tentang Rasulullah menjadi pedagang dari harta Khadijah ra. itu adalah riwayat dengan derajat yang lemah. Silakan periksa di Kitab Siroh Nabawiyyah Ash-Shahihah.

  7. Fathy Farhat khan November 4, 2009 pada 7:25 am #

    Assalamu’alaikum, salam kenal….Subhanallah, tulisan yang selain memberikan pencerahan ide baru juga sangat inspiratif kawan, nice blog, keep on blogging!!! artikel-artikel untuk menjadi muslim kaya juga bisa aku temukan di sini : http://muslim-kaya.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya.