Sayonara…
Salah satu hal bodoh yang dilakukan oleh manusia adalah menyia-nyiakan kesempatan. Dan memang Ann Landers mengatakan bahwa kesempatan biasanya tersamar dalam kerja keras, maka banyak orang tak mengenalnya. Sama seperti yang kualami saat ini, aku tidak tahu, di manakah sebenarnya kesempatan terbaikku berada. Namun kemudian Allah memberikan secuil petunjuknya yang membuatku harus meninggalkan sahabat perjuanganku di KAMMI Daerah YK (Kamda) dan Tarbiyah Information Center (TiC). Kebersamaan kami benar-benar baru selangkah saja.
TiC, sebuah komunitas yang secara rutin menerbitkan sebuah newsletter berskala DIY (dulu di Sleman saja). Sudah lebih dari satu tahun yang lalu aku mengenal mereka. Orang-orangnya sebagian bukan orang baru bagiku. Paling tidak dulu aku pernah mengetahui nama mereka karena pernah menjadi pembicara untuk forum yang kuikuti. Hmm… betapa banyaknya ilmu dan pengalaman yang bisa kuambil dari mereka. Itu sama saja dengan mengirit banyak waktuku beberapa tahun, karena mereka telah menjalani dan aku tinggal memintanya dari mereka.
Karena keterlibatan di sini, bahkan aku sempat bergabung membantu panitia Muswil DPW PKS Februari 2006 lalu. Bertemu dengan banyak orang penting, mengikuti jalannya sidang sambil sesekali sok sibuk memenuhi ruang Humas panitia. Beruntung sekali bisa bertemu dengan banyak orang, tambah teman, tambah pengalaman, tambah ilmu, tambah jaringan… Rasanya baru kemarin… Para personil TiC berganti, ada yang datang, banyak pula yang pergi. Kini saatnya aku yang mengalami hal itu.
KAMMI, nama yang sudah tidak asing lagi (kecuali Anda benar-benar kuper). Sebuah gerakan mahasiswa tempatku menempa diri sejak awal kuliah. Organisasi yang banyak membantu mengembangkan hobi-menulisku. Sejak menjadi staff –meski saat itu tidak tahu apa-apa tentang pengurus dan prokernya-, menjadi Kabid Humas di fakultas, sembari melompat sebagai Kadiv Media Dept Humas dan Opini Publik di Komisariat UGM, menjadi Pjs Kadept beberapa bulan, hengkang dan memboikot kepengurusan karena kecewa… kemudian berlalu tanpa komunikasi. Tiba-tiba bertemu dengan partner lama saat sibuk-sibuknya mengerjakan TA yang berujung dengan bergabungnya aku di Dept Humas KAMMI DIY (esp. Divisi Media) periode 2006-2008 (Musda-nya Desember 2006).
Sejak awal memang disepakati, sebelum wisuda saja aku bisa membantu. Apalagi memang aku sedang berada di ujung waktu untuk melepas status mahasiswa-ku. Lagi-lagi di Kamda aku bertemu dengan banyak orang ‘penting’. Para pengurus harian yang sepak terjang dakwahnya seabrek. Di kepengurusan sebelumnya sempat mengenal beberapa pengurus (saat di Komisariat), tapi sungguh tak pernah menyangka bahwa pada akhirnya aku akan menjadi pengurus tingkat daerah (kota) seperti yang kuimpikan dulu.
Ternyata memang tak perlu risau dengan status mahasiswaku. Sebagian pengurus harian (juga pada periode sebelumnya) sebagian sudah sarjana. Sekali lagi teman ku bertambah. Sekali lagi kuhemat waktuku dengan belajar dari mereka. Mungkin baru satu bulan efektif aku membersamai mereka, ternyata rencanaku harus berubah dan sampai segini saja aku bisa membantu. Paling tidak sudah terlibat dalam starting point program kerja Humas dan merasakan berjuang dengan teman dari berbagai univ, sekaligus berkeliling mengunjungi kampus mereka tuk memburu berita.
Sekali lagi aku tidak tahu, apakah aku sedang membuang kesempatan untuk belajar dan berkembang, ataukah memang sudah saatnya aku mempelajari hal baru yang berbeda pada amanah yang lain.[]
woii…mbak maesaroh. kapan njenengan mau balik ke jogja?? banyak yg mau aq obrolin neh.. jg lg banyak job
Telah Dituliskan 2 years, 7 months agoAssalamu’alaykum… Ukhti, semuanya ada ukuranya. Baik saatnya maupun wujudnya. Tak usah menyesali setiap keputusan yang diambil, jika memang keputusan itu sudah dipikirkan masak2. Ada saatnya kita sendiri dan ada saatnya kita berdua. Dan Allah penentunya setelah kita berikhtiar. Sebagai seorang yg amanah, harus ada pendelegasian yg jelas saat kita meninggalkan. Dan jalani wajihah lain dengan penuh amanah pula. Jgn putus komunikasi dan ingat selalu nostalgianya. sehingga antunna akan menjadi lebih dewasa, karena sanggup mengalahkan egoistis. Yakinkan kepada mereka bahwa ukhti memang labih baik meninggalkan mereka dan menerima amanah yg baru ditempat lain. Dan yakinkan pd mereka bahwa dengan perginya ukhti mereka akan menjadi lebih baik. itu saja, mudah2 berkenan. Wassalamu’alaykum
Telah Dituliskan 2 years, 6 months agowidiantoro :
Telah Dituliskan 2 years, 6 months agowah… wid, aku wis mumet ndisik nek arep ketemu kowe :p
yudafikri :
syukran tausiyahnya, jazakallah…