belajar tersenyum sejak 24 tahun
Tidak seperti biasanya, setelah sholat subuh aku membaca salah satu judul dari seri novel Lima Sekawan (pinjaman teman) karya pak Enid Blyton kesukaanku. Buku itu bahkan dicetak dua tahun sebelum aku lahir. Tidak heran jika halamannya sudah kecoklatan seperti kue yang baru di keluarkan dari oven. Sesekali, aku membalas SMS yang masuk. Aku mulai tidak menyukai benda itu. Deringnya mulai tak nyaman kudengar meski telah diganti dengan salah satu lagu favoritku. Suatu pagi saat dunia tak begitu ramah bagiku, aku pernah membiarkan dia tak tersentuh walau ada telepon dan SMS masuk. Lama kemudian baru kutahu, seorang saudaraku telah menghubungiku sejak dia berniat menemuiku, berangkat, di perjalanan, nyasar, menunggu sampai akhirnya pulang kembali dengan hati kecewa meninggalkan banyak SMS dan missed call.
Sepuluh tahun yang lalu, aku berkaca di depan cermin. Entah karena apa, aku ingin meniru ekspresi muka seorang kakak kelasku yang setiap hari kutemui di bus. Aku mulai memonyongkan dan menyempitkan bibirku menyerupai ekspresi cemberut dan jutek yang tak sedap dipandang. Oh ow… baru beberapa detik ketika pegal mengembalikan ekspresi wajahku seperti semula. Dulu, dahiku tak pernah berkerut, bibirku selalu mengembang beberapa millimeter ke kiri dan kekanan sehingga untuk berekspresi biasa (atau agak cemberut) pegal langsung terasa. Sekarang, hmmm….
Menjelang ujian akhir SMU, sejak mulai disibukkan dengan kehidupan yang sebenarnya di Jogja, aku banyak mengalami perubahan. Tahun pertama sifat sanguinis pernah mendominasi personality-ku, dua tahun kemudian, melankolis dan koleris berlomba mengendalikan hidupku. Betapa hidupku banyak berubah oleh keadaan, yang semoga saja akan makin menguatkanku.
Beberapa minggu yang lalu hamper setiap hari aku mengeluh, “tidak bersemangat”, “blank”, “bingung”, “ga ada partner tuk sharing”, “dipikul sendiri” dan sederet kosa kata negatif lain dibarengi tingkahku yang menurutku amat menyebalkan di mata orang lain. Kasihan, orang-orang yang bertemu denganku pada saat-saat itu. Kalau bukan keluhan atau curhat, jelas hanya ‘muka kecut’ atau kata-kata pedas yang akan ditemuinya. Lagi-lagi, aku tertekan oleh kehidupanku. Satu-dua bulan ini aku berusaha menghilangkan depresi-depresi ringan (berdasarkan buku diagnosa penyakit yang biasa dipakai sebagai salah satu buku pedoman dokter) itu dengan mencari jalan keluar setiap masalah serta mempelajari dan melakukan terapi jiwa-raga apa saja yang bisa kulakukan. Sayangnya, hal itu tidak teramalkan dengan baik.
Salah satu hal yang membuatku tersenyum adalah menyadari bahwa aku memiliki banyak teman dan sahabat yang mau berbagi, peduli dan tidak melupakanku. Itulah mengapa inbox SMS-ku penuh dengan tausiyah islami, nasehat personal, ucapan selamat, doa atau sekedar SMS manis dengan kosa kata “luv u”, “miz u”, “hi honey” yang beberapa diantaranya sydah berusia kurang lebih satu tahun sejak dikirim.
Pagi itu langit terlihat cerah, aku bersenandung mengiringi keberangkatan ke kantor. Ya, pagi itu terasa manis dengan hadiah-hadiah manis yang terangkum dalam tiap SMS yang kubaca. Pagi itu, sampai menjelang siang, aku menagih doa pada banyak orang atas genapnya usiaku yang ke-24. Pada mereka yang telah banyak menginspirasi hidupku, terima kasih kuucapkan. Hari itu kubahagiakan diri dengan doa-doa yang kalian kirimkan. Aku akan banyak tersenyum sejak hari itu…[]
NB : Woi sodara-sodara! Afwan lupa lapor bahwa lebih dari dua bulan lalu karena machine error, semua phonebook di handphone lenyap tak berbekas. Sudah ditemukan beberapa jejaknya di buku catatan sebagai back up. Tapi Cuma sekitar 25% yang berhasil dikumpulkan. So, teman-teman yang merasa lama tidak kontak2an, bisa jadi no-nya dah ga nyantol di HPku. Minta tolong SMS y, tuk nyambung silaturahmi.
ku pingin ganti header di blog ini, enaknya gambar yang gimana ya? ide yang dah ada siy bertema “kampanye PKS”
Telah Dituliskan 8 months, 2 weeks agokenapa ngga tersenyum? cobalah berolahraga kayak sepeda atau berjalan kaki. itu bisa mengurangi stress.
Telah Dituliskan 8 months, 2 weeks agoMae, met milad ga tak kirim ke sms tapi tak kirim via frendster kemaren.. semoga tambah berkah ya umurnya ukht..
afwan, belum sms ke HP anti .. met berumur 24 tahun.. sekarang udah tua loh.. kapan nyusul nikah
Telah Dituliskan 8 months, 1 week agoAssalamu Alaikum Ya Ahlal Kubur, (just kidding), mampiryah!
Telah Dituliskan 8 months, 1 week agohmmmmm……
Telah Dituliskan 8 months, 1 week agoNah.. gitu dong…
Meski hati sedih,lg suntuk,kdg kt mmg hrs tsnyum,stdknya org2 disekitar kt tdk ikut2an sedih dan jd terbebani dgn kesedihan kita….salut.
Telah Dituliskan 8 months, 1 week agosaidedwin : alhamdulillah, 2 hari lalu dapat kopian video senam, langsung praktekin saran mas edwin niy
immeL : yup! mae baru log in tadi ukh.. syukran ya… semoga para malaikat membalas doa ant dengan yang lebih baik, lebih banyak n lebih berlimpah. banyak yang doain ttg hal terakhir itu, semoga dimudahkan y…
Helmi Rahim : A’udzubillahiminasy syaitonirrajim… husy! husy! pergi kamu, penampakan!! insya Allah saya mampir
rip : hmmm…. juga!
aRdian : iya sih. Tapi kalo ga sedih, saya jadi galak juga lho… tanya mas Hermi tuh, kalo ga percaya
Telah Dituliskan 8 months, 1 week agohai, tulisanmu ini lucu ya, lagi pusing ama seseuatu atau seseorang ya. Senyum itu emang baek, tapi jangan sering2 senyum sendiri ya. Nanti disangka gimana lagi.
Telah Dituliskan 8 months, 1 week agoBaca posting ini aku jadi inget saat dulu pernah ngasih surat ke mbak Mae… hehe inget ngga? Jawabannya masih kusimpan lho
Betul kata mbak Immel, kapan nikah? Dengan menikah hati akan tentram, insya Allah kesuntukan, muka masam, dan sederet kosa kata negatif itu akan hilang
Telah Dituliskan 8 months, 1 week agoLuv u………
Telah Dituliskan 8 months agoMenurut saya senyum itu tak perlu belajar, spontanitas! Yang perlu belajar bagaimana memandang dunia di luar diri kita dengan senyuman tulus dari hati, tapi lihat situasi, jangan keseringan senyum nanti dikira miring he..he.
Telah Dituliskan 7 months, 3 weeks agoNyuri dari lagu Naif :
“…tersenyumlah meski kau terluka,
tersenyumlah…dunia kan bersinar…”
Dari pepatah asing :
“Tersenyumlah maka dunia akan tersenyum bersamamu,
menangislah maka engkau akan menangis sendirian”
Btw kok ada nama mas Hermi segala dicatut?
Telah Dituliskan 7 months, 3 weeks agoNumpang sebar info, ada pelatihan Menghafal Al Qur’an di Jogja pada Jum’at-Ahad, 8-10 Mei 2009. Tersedia penginapan untuk yang luar Jogja. Kunjungi kami untuk info lebih lanjut. Syukran.
Telah Dituliskan 7 months, 3 weeks agoassalamu’alaikum, kapan nikahnya?ojo suwe suwe yo mbak, temen2 dah pada mau punya momongan tuh…
Telah Dituliskan 7 months, 1 week agoWeh sejak kapan ganti theme?
Telah Dituliskan 7 months, 1 week agoAyo sini terapi sama saya… hihihi,,
Telah Dituliskan 7 months, 1 week agoTersenyumlah, tabbasum kepada semua orang. Kata guruku senyuman yang mebuat senang orang lain adalah sodaqoh. salam kenal ya mbak…
Telah Dituliskan 6 months, 4 weeks agosudahkah bisa tersenyum?
Telah Dituliskan 6 months, 4 weeks agokok bloge rung diupdate?
Ayoo semangat !!!!
wah lima sekawan….mau donk…ada STOP juga ngak ?
Telah Dituliskan 6 months, 3 weeks agoI still love you maesaroh.
Telah Dituliskan 6 months, 2 weeks agosekian lama..kok gak di update blog e..what’s up ?
Telah Dituliskan 6 months, 2 weeks agowah, dah dua bulan… pemalas benar ni cewek. katanya mo posting dari dulu, ternyata NATO sampe banyak banget tema yang dah terlupakan. dan kali ini pun saya datang untuk pergi
critanya niy, mau nyari inspirasi atau rehat sejenak dari dunia persilatan. mungkin selama 1-2 bulanan ke depan.
N. Shandy : lucu? ketawa dunk… lebih dari sekedar senyum
Ummu Syifa : waa.. dah lupa tuw. kalo dah terbukti saya baru mau melaksanakannya
someone : bruntung niy postingmu ga masuk spam!
ben : dulu begitu, pak Ben. ga tau kok beranjak dewasa saya malah belajar untuk menyeleksi kapan saya harus senyum, kapan susah tersenyum
smartlc : ternyata ant pencuri. baru tau…
SMART : ok!
Miftah : wa’alaikumsalam. nyantai aja kok, kan dah disiapin sama Allah
Ummu Syifa : sejak mulai bosen, ukhti…
djengwidz : bukan mal paktek, toh?
Telah Dituliskan 6 months, 2 weeks agoAdi : salam kenal kembali. brarti saya pelit banget ya, ogah senyum sama orang laen
pro-kebersihan : baru dapet job dari dinas kebersihan niy, kok pake nick aneh. semangat tapi belum tersalurkan dengan baik..
uwiuw : STOP? kayaknya baru denger… bukannya itu judul rambu lalu lintas?
1blackstars : ntah napa, karena kamu ga berubah, apapun bentukmu, hampir slalu bisa kukenali
rip : niy baru di update, jawabnya ; males, males, males… (jawaban yang nggak ada intelek2nya ya…)
Telah Dituliskan 6 months, 2 weeks agoWahm laris maniiiiiiiissss blogna…gara2 judulnya bikin greget, jd byk yg post coment deh..
Telah Dituliskan 6 months, 2 weeks agoSenyum itu gak perlu belajar. hanya perlu ketulusan hati. Kalo gak tulus, senyum itu menyiksa. kalo tulus dengan senyum kan tambah senang.
Telah Dituliskan 6 months, 1 week agoNambah.
Tersenyumlah, andai kau tahu senyummu itu indah
Telah Dituliskan 6 months, 1 week agotertawalah, andai kau sadar tewamu memecah suasana
SLANK
Miftah : itu karena lama ga diupdate bung, jadi teman2 ga dapilihan lain kecuali komen disini
fajar2908 : artinya, saya sedang belajar untuk menjadi tulus. gimanapun seseorang yang tersenyum lebih menarik daripada bertampang judes y…
Telah Dituliskan 6 months, 1 week agoYupi…jdi orang jgn judes, walau hatimu lembut dan tulus..!ane masih ingat waktu pertama kali ketemu mbak di maskamp UGm bersama teh imel, eh sekrg teh imel sudah menikah lo…turut bahagia..ehem.. ehem..
Telah Dituliskan 6 months, 1 week agoHehehe…
Telah Dituliskan 3 months agomatur suwun ya Jeng Syifa, sudah mampir ke blog saya, terima kasih juga sudah memberikan apresiasi, yang sebenarnya masih belum pantas untuk diterima orang yang masih belajar sama Njenengan.
Jeng Syifa benar, tulisan-tulisan Mas Ndoro itu terinspirasi oleh karya-karya almarhum Umar Kayam dengan cerita2 Pak Ageng, Mr. Rigen, Ms. Nansiyem, Tholo2, Beni Prakosa dan tokoh2 ciptaan almarhum yang lain. Saya hanya seorang plagiator saja, tidak lebih.
Sekali lagi terima kasih apresiasinya, sengaja saya tulis di sini, karena belum tentu Jeng Syifa akan datang lagi ke blog saya. Sekali lagi, mohon izinnya untuk menjadi pembaca tetap Jeng Syifa, agar saya bisa belajar bagaimana menulis dengan baik. Matur Suwuuun… pareng…
Bahkan untuk mulai tersenyum pun membutuhkan momen yang tepat. Begitukah Jeng? Semoga saya bisa belajar untuk memiliki hati yang tulus agar bisa tersenyum dengan lebih menarik
(mbatin, komentarku koq lebay seh? HADOH…)
Telah Dituliskan 3 months agoMiftah : Iya… tapi karaktermu juga sudah mewatak, jadi pantas kalo saya bersikap sama.
Den Mas : Kebetulan saja momennya tepat saat itu. Betul, buku Umar kayam itu, cma minjem, jadi ga inget. Padahal nama itu dah familier sekali di telinga saya. Kalopun disebut Plagiat, maka mas seorang Plagiator ulung deh… sampai bisa sekeren aslinya. Tapi buat saya gaya seperti itu karena mas sedang benchmarking aja (nulisnya bener ga ya?). Heheh… jadi malu. Ketahuan niy saya jarang blogwalking
Telah Dituliskan 3 months agoralat, mbak.. enid blyton itu cewek..
Telah Dituliskan 2 months, 1 week agosaya juga baru ngerti setelah baca bukunya yang versi bahasa inggris..