~~blinking to the word~~



…tepi zaman…

tepi zaman ini memberiku rasa dan semangat baru

seandainya bisa, ingin aku berbagi

bumi cuma satu, namun dunia sungguh beraneka

ingin kusingkirkan dimensi yang tidak menyenangkan

kumiliki duniaku, namun dunia bukan milikku

akhirnya kupilih diam

atau kusakiti dunia selainku


Komentar

  1. syifa berkata:

    ga fair Mae, giliran melow aja kamu posting. coba kek posting pas lagi hepi. bikin orang tersenyum, gitu… apa? ga dengar. ow… risalah hati. ok, ok! what? itu kan judul lagu lawas. atau nama sebuah majalah y…

    Telah Dituliskan 5 months, 1 week ago
  2. rip berkata:

    ————————————————————-
    di saat dunia seakan tak bersahabat
    kita butuh seseorang tuk berbagi

    ketika dunia tlah berubah menjadi indah
    kita butuh seseorang tuk diajak tersenyum bersama
    ————————————————————-

    kok postingane nek dirasakke kok gimana gitu… ada apa gerangan???

    Telah Dituliskan 5 months, 1 week ago
  3. Alkifah berkata:

    Berdiam diri terhadap realita zaman yang menyesakkan…
    Bukan pilihan bijak…
    Teruslah bergerak…
    Dan jangan pernah diam!

    Telah Dituliskan 5 months ago
  4. adi wirawan berkata:

    Mengapa tidak mencoba berbagi? Biar terbagi beban itu?
    —–
    TItle nya ganti nie ‘Blinking to the world’ Mengapa hanya blinking tidak mencoba shining? mengapa hanya to the world tidak to GOD? ;)

    Telah Dituliskan 5 months ago
  5. ben berkata:

    tulisanmu smakin hanyut ke dlm kekecewaan… kesendirian… kesedihan… kekesalan… dan kegalauan… kenapa??! butuh sesuatu yg bisa sbg pegangan?

    Telah Dituliskan 5 months ago
  6. imas berkata:

    mba may kenapa e? sepertinya ada yg sedang sedih ya…

    Telah Dituliskan 5 months ago
  7. aRdiAn berkata:

    Akhirnya kupilih diam……… atau kusakiti dunia selainku
    ———-
    Haruskah hanya dua itu pilihannya…?
    Bagiku memilih untuk “tidak diam” selalu mjd pilihan yg lebih bijak…, bagaimanapun resikonya.

    Telah Dituliskan 4 months, 4 weeks ago
  8. immel berkata:

    yup memilih diam, daripada menyakiti yang lain .. tetep semangat ya ukh

    Telah Dituliskan 4 months, 3 weeks ago
  9. Hermy berkata:

    oey…kenapa gak bisa2 di sms? lagi di pucuk gunung ya, gak ada sinyal?
    Caricaku piye…?

    Telah Dituliskan 4 months, 3 weeks ago
  10. syifa berkata:

    rip : biasa lah, mae gitu loh. sekarang cemberut, besok senyum. sekarang nangis, ntar ketawa. pelangi banget deh.

    Alkifah : tapi saya cerewet kok, Frengky..

    adi wirawan : kemarin saya belum kepikir yang lebih keren dari itu, hehe… atau karena saya kadang genit ya… ups!

    ben : gak kok, om, pak dhe…. itu cuma satu warna dari warna-warni pelangi. sebenarnya saya juga bosen dengan posting macam itu. tapi kok nyatane tak tulis yo? piye toh?

    imas : bukan sedih, tapi bingung. sekarang nggak lagi kok. kan ada imas (apa hubungannya ya?)

    aRdian : mungkin serupa dengan prinsip saya; lebih baik bermasalah atau crash di depan dan mencoba menyelesaikan. daripada berlagak seolah nggak mada apa2 tapi menusuk dari belakang. ough!

    immel : semangat kok. apalagi tapi perpisahan ma “keluarga” di jogja kebanyakan testi-nya, “iya, mae itu semangat lho…” percayalah, jika saya memilih diam, karena yang tidak diam jauh lebih menyakitkan.

    Hermy : gitu deh, ga real time karena sinyalnya tipis. kadang ada, kadang ga. gak tau niy, kalo di wonosobo, mood saya tuk berburu oleh2 atau makanan khas langsung menguap. tapi yang carica itu saya benar2 lupa. swear! ga ingat sama sekali.

    Telah Dituliskan 4 months, 2 weeks ago
  11. syifa berkata:

    btw, promosi niy, postinganku besok seru lho… ntar dikasoh komen ya…. draftnya dah dibikin hampir sebulan lalu. oalah….

    Telah Dituliskan 4 months, 2 weeks ago
  12. Uda berkata:

    Aslmkm..Mae…hayo semangat…tulis lagi yg buanyak…biar unek yg kadang bikin eneg bisa tersalurkan…bukan lewat lisan, tapi lewat tulisan (sambil tetap diam)…insya Allah itu akan melegakan…karna dunia ini luaaasss dan indaahh…kalau kita hiasi dengan bunga2 syukur di hati…..SubhanAllah….hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih.

    Telah Dituliskan 4 months, 2 weeks ago
  13. syifa berkata:

    Syukran Uda, jika semua orang seperti Uda, rasanya dunia akan lebih sejuk :)

    btw, sebenarnya dimanakah tepi zaman yang saya maksud? sebuah dusun terpencil yang memiliki akses lima kilometer dari jalan raya dan keramaian. dibatasi pepohonan dan pertanian serta membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh untuk menempuhnya. sebuah dunia dimana hiruk pikuk dunia bisa disingkirkan sejenak. meski seringkali sampah-sampah keriuhan itu lancang menerobos melalui lagu-lagu dan tarian jahiliah dengan wajah manis dan mengasyikkan. selain itu, tidak ada kepeningan, stress, tergesa-gesa karena khawatir menghadapi hidup. tepi zaman ini yang membuat penghuninya terlepas dari dunia pada umumnya. istilah ini diambil dari nama sebuah reality show di stasiun tivi.

    Telah Dituliskan 4 months, 1 week ago


Tinggalkan sebuah Komentar

(wajib)

(wajib)



Atur penampilan komentar anda
Kembali ke Atas | Area teks Lebih besar | Lebih kecil