Jangan Patah Hati Dulu, Bila Ditolak Akhwat
Para ikhwan sebaiknya membaca tulisan ini, apalagi jika berada di usia pernikahan. Para akhwat baca juga ya, untuk melengkapi dan mengevaluasi tulisan ini.
Ada beragam reaksi ikhwan saat ditolak akhwat, entah itu ditolak untuk bertaaruf, atau ditolak setelah taaruf dilakukan dan yang pasti ditolak meminjam handphone bukan bagian dari pembahasan ini. Mengikuti kebiasaan peradaban dunia, di mana kaum pria dituntut pro aktif untuk mencari dan meminta kesediaan kepada calon pasangan hidupnya, sudut pandang inilah yang saya ambil.
Di beberapa bagian dunia dan beberapa kasus yang berbeda, judul postingan ini bisa dibalik, “Jangan Patah Hati Dulu, Bila Ditolak Ikhwan”, meski mungkin argumentasi dibawah khas banget akhwat. Dominasi logika pada ikhwan dan perasaan pada akhwat tentunya banyak berpengaruh.
Sebagaimana seorang ikhwanyang membutuhkan keberanian ekstra, tekad dan kepercayaan diri saat mengungkapkan niatnya, akhwatpun merasa serba salah ketika hendak menyampaikan tanggapan atau jawaban.
Seorang ikhwan harus siap menanggung perasaan malu, siap bersedih dan menerima keputuhan secara sportif bila ditolak. Akhwatpun harus memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan bahwa dia tidak bersedia karena suatu alasan, dengan cara yang tidak menyakitkan hati dan mencederai silaturahmi. Atau bagaimana supaya bisa menyampaikan, “Yes, I do” secara anggun tanpa membuat pipi memerah karena malu.
Seorang ikhwan yang berniat tulus untuk berrumah tangga, mengerjakan sunnah rasul tanpa kaitan emosi (yang muncul terlebih dahulu) dengan akhwat tertentu, biasanya lebih lapang dalam menerima kenyataan dan menghadapi proses yang dijalaninya. Jika satu ikhtiar belum berhasil, wajar sekali jika dia kemudian mengajukan ikhtiar yang lain. Tetapi jika sejak awal terlalu banyak melibatkan perasaan dan angan-angan, bisa jadi di kemudian hari ikhwan merasa sedih, tidak percaya diri, merasa tidak berguna, frustasi, punah harapan dan kehilangan semangat hidup yang saya bahasakan sebagai patah hati. Hmmm, padahal bisa saja, saat menolak akhwat merasakan kesedihan dan kehilangan yang sama. Apa boleh buat, belum jodoh kali ya.
Kenapa tidak ada (atau hanya ada sedikit) alasan untuk patah hati saat ditolak akhwat? Karena para ikhwan perlu tahu fakta-fakta penyebab penolakan berikut ini. Dan hampir semuanya bukan karena ikhwan tersebut buruk, tidak berguna, bodoh, inferior atau apalah yang menyebabkan patah hati itu muncul. Apa saja siy?
- Waktu yang kamu (ikhwan) ajukan tidak masuk akal. Baru semester dua udah ngajak nikah. Waa… berat tuh untuk sebagian besar akhwat kalo nikah sambil kuliah. Alhamdulillah, saya mendukung sekali jika itu atas kesadaran untuk menjauhkan diri dari maksiat dan dengan pertimbangan yang matang. Bedakan antara menyegerakan dengan tergesa-gesa ya. Jika sudah jelas kamu baru akan menikah paska lulus, ngapain ngajak nikahnya sekarang? Keburu jamuran.
- Timing-nya kurang tepat. Plan nikah kamu setengah taon lagi, makanya sudah gencar ikhtiar ini-itu. Dan kamu nembak akhwat yang baru diizinkan menikah dua taon lagi. Jika bersedia, mungkin dia akan membujuk ortunya. But, tetap saja peluangmu berkurang.
- Akhwat terlalu perfeksionis. Karena saya pribadi orangnya simpel dan sering melakukan sesuatu secara spontan dan otodidak, kadang susah juga menerima kenyataan ini. Tapi memang ada kan akhwat (ikhwan juga) yang seperti ini. Kalau kapasitas kita juga berkelas, bolehlah. Tapi kalau ortu kita aja sudah memudahkan dengan tidak memasang kriteria tertentu, ngapain kita membuat sesuatu yang harusnya dipermudah malah dipersulit? Kayak motto birokrasi aja, “kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah?” Gini lho, contoh kriteria yang perfeksionis; good looking, minimal S2, mapan, suku Jawa, hafal minimal 3 Juz, sudah berdakwah di masyarakan minimal 2 tahun. Hmm… mirip lowongan pekerjaan deh.
- Caramu tidak tepat dimatanya. Ada akhwat yang mensyaratkan harus lewat murabbiyah-nya atau BKKBS. Ada yang fleksibel, yang penting sesuai syariat. Ada juga yang lebih mudah luluh terhadap ikhwan yang berani tembak langsung ke ortunya (teman saya ni, bu dokter lho…), atau terpesona ketika ikhwan berani to the point, “taaruf yuk?”, meski mereka tidak begitu mengenal daripada pake ‘pendahuluan’ yang berpotensi mengotori hati dan silaturahmi.
- Ada prinsip yang teguh dipegang olehnya. Ini bisa jadi agak childish. Misal, karena di mata akhwat LDK di kampus te o pe be ge te, diam-diam dia pingin suaminya nanti anak LDK juga. Karena memang biasanya anak LDK tersebut sholeh, militan, gadhul bashar, bertanggung jawab dan sederet hal keren lainnya. Jadi, meski kamu (aktifis dakwah) ikhwan tulen dia mikir dua kali untuk menerimamu. Mungkin dia memiliki citra tidak baik tentang organisasimu atau dia butuh waktu lebih untuk mengenal kesholihanmu. Sholih itu berarti keren
Atau juga prinsip lain yang lebih dewasa dan bertanggung jawab yang tidak dia sampaikan padamu. - Dia normal. Thats right! Gimana mau nerima kamu wong kamu dan dia sama-sama akhwat? Serius, paska nulis draft untuk postingan ini, seorang akhwat minta pertimbangan saya, bagaimana cara meluruskan temannya, yang dia curigai ada something happen dengan sesama muslimah.
- Kamu terlalu nyebelin di matanya. Kamu siy, pake SMS tiap hari, minta tolong ini-itu, nelpon nggak penting banget, cerewet dan over pede. Padahal udah jelas banget yang seperti itu nggak ada dalilnya. Bukannya jatuh hati, kamu malah berkesan kayak parasit.
- Trauma, trauma, trauma. Dia punya bokap TNI. Meski sayang sama bokapnya, ogah banget punya suami kayak bokapnya yang kadang militernya di bawa-bawa ke rumah. Atau tantenya pernah bercerita bahwa setelah belasan tahun menikah, sebenarnya beliau nggak pernah bisa mencintai suaminya. Korban perjodohan yang kurang sukses niy. So, dia selalu terngiang penderitaan tantenya saat harus hidup bersama orang yang tidak dicintainya. Pernikahan itu bukan tentang cinta kepada lawan jenis melulu, tapi tanpa cinta…. (silahkan baca sendiri buku2 pernikahan yang banyak beredar di sekitar kita. Salah satu rekomendasi saya trilogi Kupinang Engkau Dengan Hamdalah karya Ustadz Mohammad Faudil Adzim yang dijilid satu dalam judul Kado Pernikahan Untuk Istriku). Kembali ke poin trauma, mungkin bukan karena kamu mau dijodohin sama ortu dia. Tapi akhwat itu selalu shock duluan jika belum nemnemukan poin of interest dari seorang ikhwan.
Mungkin dia punya lebih dari satu alasan untuk tidak menerima tawaranmu. Namanya saja tawaran, bisa diterima (alhamdulillah), bisa juga ditolak (allahu akbar!). Namanya saja tawaran, mungkin nantinya ada sederat syura’ dan musyawarah untuk kepentingan bersama.
Ngomong-ngomong, saya mendukung keberadaan BKKBS, salah satu lembaga nirlaba dibawah koordinasi PKS Djogdja, yang mempermudah para kader dakwah mendari pasangan yang memiliki kesamaan visi. Hanya saja, mekanisme pengisian formulir kadangkala menjadi legalisasi untuk menentukan kriteria setinggi langit. Kasian yang nyomblangin dong. Itu karena belum tau siapa calonnya ya. Padahal, saya rasa saat kita sudah jatuh cinta duluan pada seseorang (sudah sedikit mengenal), betapapun jeleknya dia, kita berusaha mempertahankan si dia. Nggak fair ya. Keberanian untuk mengajukan diri kepada BKKBS atau murabbi, bagi saya menjadi parameter sejauh mana seseorang sudah tsiqah dan ridha terhadap pilihan Allah dan dakwah. Allahu a’lam.
PS : tolong dievaluasi ya, postingan ini. Meski bukan bagian dari renstra (ciehh.. sura’ banget! jadi ingat masa kuliah) tulisan tentang pernikahan yang pernah saya janjikan pada awal tahun ini, anggaplah ini sebagai pendahuluannya.
hehehehe…boleh juga nih..
nice article
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoadi isa : trims. semoga berguna..
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoWanita diciptakan dari tulang rusuk pria
Bukan dari kepalanya utk mjd atasannya,
Bukan pula dari kakinya utk mjd alasnya,
Melainkan dari sisinya untuk mjd teman hidupnya,dekat pada lengannya utk dilindungi dan dekat pada hatinya utk dicintai
Ayo yg pada di tolak akhwat…ingat pesanku di atas…pertebal iman, kuatkan azzam..eh kayak Film KCB donk..hiks hiks
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoTernyata masih pendahuluan to mbak, terus carane mengungkapkan isi hati ke seorang akhawat yang tepat gimana…panduane kan kudu urut, mosok belum apa-apa isine tentang ditolak dulu…wkwkwkw
Berapa lama wis jadi konsultan mbak?
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoKeren.rung urung wis dtolak temane..nek stahun lg tu msuk klamaan g bwt mmulai suatu proses?
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoBwt para ikhwn,jk dtolak ttplh trsnym.ykin dluar sana msh byk yg lbh tpat..hrs kita sdri kita tuh jd rebutn.kn byk akhwt ktmbang ikhwn..bwt akhwt jgn psng kritria muluk2,kcuali siap dg ikhlas mjd istri kdua or kbrapa..hehe.
Wah, ini dia…tulisane bermanfaat buatku mbak. sebagai bekal di hati kalo kapan-kapan mau meminang seorang perempuan.
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoOh iya menambahkan, kisah nyata kenapa akhwat menolak ikhwan. karena tahu masa lalu si ikhwan yang bejat, walau pun sekarang sudah juauh lebih bagus. Pesen buat ikhwan dan murabi, jangan sampai keburukan ikhwan di masa lalu diketahui si akhwat. Yang penting kan sekarang dan masa depan…
Telah Dituliskan 4 months, 1 week ago
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agohehe…
Miftah elek : sampai hafal y, mencurigakan :6 harusnya ant menyegerakan, jika sudah siap. saya dukung dengan doa..
adi wirawan : hehe… biar tau sakitnya dulu, jadi ga kaget pas ngerasain. ntar ya, insya Allah. waduw, saya cuma berbagi dari pengalaman teman2. pertanyaanmu mengandung fitnah
Rip : parameternya apakah satu tahun kedepan keadaan akan sama seperti sekarang? saya kira, dalam 1 taon pasti ada something happen yang membuat keadaan berubah. entah karena tiba2 muncul sosok lain yang menjadi orang ketiga, keempat dst, atau justru hubungan yang maki akrab dan kebablasan padahal belum ada ikatan syari yang menghalalkannya. waspada aja ya..
Bagus tuh, PD-nya buat ditiru yang lain. meski latar belakang pede-nya gimana… gitu.
fajar2908 : Amin. Alhamdulillah, semoga setelah ini ada postingan yang lebih bermanfaat buat kamu. Betul, jika hanya masa lalu, tak perlu dibesar-besarkan. Allah telah menutupi aib kita, kenapa kita harus menampakkannya? Pertanyaan tentang ini pernah diajukan kepada Rosulullah dan beliau menjawab yang nada2nya tak perlu diceritakan kepada calon pasangan. Tapi kalo melihat kasus yang kamu ceritakan, akhwatnya kurang bijak jika memang menolak karena masa lalu. Tapi bisa saja dia memiliki pertimbangan lain yang tidak kita ketahui.
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoAssalamu’alaikum..Syukron deh…sekarg zamannya gantian mbaaaaakk..
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoSi Ikhwan yag nunggu pinangan dari Sang AKhowat..hahaha, zaman sudah ke balik..
Ya, mudah2an ada yg mau mbak..lum siap nyari…masih proses financial, tapi ni mata jelalatan, kekeke
Huoy…para ikhwan, jgn kedap kedip matanya ya, ntar kesandung batu kapok dech…
Alhamdulillah….. Tipsnya bagus.
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoBisa tuh dijadikan panduan bagi siapa saja
yang hendak melangkah…
membina keluarga dakwah
Btw… mba Astuti Maysaroh sudahkah?
^_^
asline dudu kisah nyata,makane tak posting ulang. sing bener walikane. si ikhwan mengurungkan niat untuk meminang karena masa lalu si akhwat. mohon di edit.
Telah Dituliskan 4 months, 1 week agoSudahlah..
Telah Dituliskan 4 months agosaya ngikut aja, ntar kalu protes pada ngomel lagi dah..
oke, setuju…
weits…dah pengalaman menolak ya?
Telah Dituliskan 4 months agowah untunglah saya tidak termasuk yang patah hati bila ditolak. perasaan biasa aja deh pas ditolak.
pa kabar syifa….. klo bisa cariin aqu juga dong… akhwat juga boleh, bkan akhwat juga oke. yang penting memegang tradisi islam bisa ngaji n…… tentunya yang ca….em!!!! ok. n mohon doanya mnggu depan mo louncing antologi puisi aku di komunitas lembah ibarat malang. thank….
Telah Dituliskan 4 months agoHayo… para ikhwan dah diingetin tuh perhatikan ya, catet baek2.. hee.
Telah Dituliskan 4 months agoSebenrnya kalo dipikir jernih msh belum apa2 lo ditolak akhwat, cb kalo yg nolak cintanya itu Sang Khalik trus mo ngadu kemana lg ya kt? Naudzubillahi min dzalik.
Btw percaya deh, org2 yg tlh lama bergulat dlm dunia yg Insya Allah tlh mendewasakan hatinya pasti ga akan berlama-lama terkurung sedih ketika patah hati, jadi….
aku ngga ngerti sm tulisn artikel ini, sulit ditlan & dicerna!? membingungkn? aku jd mau tanya kamu… brp kali prnah menolak & brp kali pernah ditolak.
Telah Dituliskan 4 months agoNah slanjutnya kalau aku ajukn lamaran ke kamu bgm caranya nyampaikn berkas2 prsyaratn2xku yach?!?
Mbak Astuti, numpang lewat, cuma pengen menyapa Masaly di atas situ tuh… hehehe…
Telah Dituliskan 4 months agoHmmm… Masaly, bedanya akhwat dengan bukan akhwat/ukhtun apa yah…?
Setahu saya (kalo g salah inget juga lho,, ngko tak Gugel lah…), akhwat/ukhtun artinya ’saudari/mbak’e’. Itu kata nenek saya yang orang Arab, jd saya percaya2 aja…
Berarti kalo yang ‘bukan akhwat’ juga gpp bwt mas, artinya mas gpp sama ‘ikhwan/akhun’…? Hehehe… abisnya agak2 aneh pernyataan masnya itu…
Wes,,
Sampun nggih…
assalamu’alaykum….
Telah Dituliskan 4 months agosetuju banget, tapi ada juga ikhwan yang g’tau malu. udah ditolak tapi masih aja ngejar2 (g’ capek2 X ya mengejar terus..) banyak juga yang neror2 si akhwatnya…huh…. emang ikhwan yang aneh..
hm.. jalan2 di dunia mbak maya ini, akhirnya sampailah aku ke halaman rumah anty..
kuketuk.. lalu kusampaikan salam.. Assalaamu’alaykum wr wb ukhty.. ^^
kumasuki rumah.. kunikmati suguhan artikel anty..
lalu, kutertarik utk menyampaikan hadiah salam utkmu
mae dmn skrg.. sdh sampai mn rencana bisnisnya..?
oya, trims banyak atas saran anty wkt qt boncengan ke sukoharjo wktu itu..
ak telah mndapatkan jawabannya, lalu telah kusampaikan.. dan alhamdulillah.. legowo..
jazaakillaahu ahsanal jazaa’
_luv_
niSSa
Telah Dituliskan 3 months, 2 weeks agobwt Nisa aja : ikut naik gunung ga? moga ga di cancel. ntar bisa ngobrol2 lagi.
Telah Dituliskan 3 months, 1 week agoMemang ngeriiiii sungguh ngeri dunia maya ni…tanpa batas, yg membatasi hanyalah iman kita, jika imannya lemah, maka saatnya setan menerjangi kita…Awas Setan Rojiim!!
Telah Dituliskan 3 months, 1 week agobagus bgtt…jdi malu….kemarin aku merasakan itu….alasan yg mba kemukakan bener semua…..
Telah Dituliskan 3 months, 1 week agoehm., sudah berpengalaman y.?
Telah Dituliskan 3 months ago‘pendahuluan’ yang berpotensi mengotori hati dan silaturahmi
Bismillah, semoga niat silaturrahim ini tidak ada dzon seperti kutipan yang tercetak miring tersebut.
Sholih itu berarti keren
langsung tidak masuk kualifikasi, langsung minder, langsung mundur perlahan-lahan saya kalau saratnya ini
Kamu siy, pake SMS tiap hari, minta tolong ini-itu, nelpon nggak penting banget, cerewet dan over pede. Padahal udah jelas banget yang seperti itu nggak ada dalilnya.
sampai di sini saya tersenyum (thanx for making me smile << sok nginggris, tanya sama temen) dan ngekek sebentar hehehe…
terima kasih sudah mengajari saya menulis dengan baik hari ini, semoga besok-besok saya bisa belajar lagi dari jeng syifa. Matur suwun, pareng rumiyin untuk malam ini ^_^
Telah Dituliskan 3 months agoijin share ya mba may.. :p
Telah Dituliskan 2 months, 4 weeks agohihi..
Telah Dituliskan 2 months, 4 weeks agonumpang baca
Telah Dituliskan 2 months, 3 weeks agoijin b’bagi informasi
Telah Dituliskan 2 months, 3 weeks agoHmmm…. alhamdulillah belum ada yg nolak… : ) dan alhamdulillah jg blm pernah pacaran… dan pernah sekali nolak seseorang… hehehe..
Telah Dituliskan 2 months, 3 weeks agoMiftah : apanya siy yang ngeri *garuk2 kepala*
ary : sebenarnya da atu yang tertinggal; “Ketika dah ada yang datang duluan”. kalo akhwat lagi proses ma orang (meski lum jelas hasilnya), ga mungkin dia nerima.
Wahyu Kresna : pegalaman temen2
Den Mas : ada-ada aja…
Wahyu Kresna : monggo…
ali fahmi : numpang komen juga boleh..
mustaghfirin : yup! semoga bermanfaat.
abu_abdillah : alhamdulillah…
Telah Dituliskan 2 months, 3 weeks agoassalamualaikum
Telah Dituliskan 2 months, 2 weeks agosalam kenal mb sifa
wah,,tulisan2nya kerenn! i like this
mantaps…
Telah Dituliskan 1 month, 2 weeks agoKomen dikit, ini hasil pengamatan di lapangan. Sebagian pria ditolak wanita, karena tidak setara (sekufu). Sebagian pria kalau cari jodo dia melihat ke atas, dia tidak mencari wanita yang setara dan yang di bawahnya, maka kecil kemungkinannya dia untuk di terima. Sebaiknya cari pasangan yang kalau dikira-kira, secara keseluruhan kalau dijumlahkan 4 alasan pernikahan (agama, kekayaan, keturunan, kecantikan), maka antara wanita dan prianya tak terlalu jauh jaraknya, bila seperti ini maka kesempatan anda diterima akan besar.
Telah Dituliskan 3 weeks, 5 days agosatu lagi…. anda sebagai laki-laki harus berani ditolak, dan berani diterima. Dan tentu anda harus berani ngomong kalau anda mau dia jadi istri anda. Kalau anda cuma naksir doang, cuma pake bahasa tubuh dan tanda-tanda, maka mungkin anda gak akan dapat respon yang pasti, karena sang wanita penuh keraguan dengan sikap anda. Sebaiknya anda ngomong saja, sebelum disamber orang lain. Seharusnya bagi laki-laki, ditolak itu adalah hal biasa. Kalau ditolak ya cari lagi …….. yang lain masih banyak, siapa tahu bakal dapet yang jauh lebih baik.
Telah Dituliskan 3 weeks, 5 days ago