Dear, aku pernah berencana ‘mundur’ dari proses ini. Bukan benar-benar mundur dari bisnis seruku di d’BC Network. Tapi aku ingin lebih slow dan ga dikejar-kejar target muluk yang malah membuatku stres.
Saat itu, dengan mb Nadia Meutia sebagai upline-ku, tentunya beliau memiliki target tertentu yang harus kucapai dalam kurun waktu tertentu.
Pada awalnya aku amat bersemangat dan yakin target itu pasti masuk akal dan bisa kucapai dalam 6 bulan yang diberikan. Namun… sudah dua bulan saja aku belum dapat downline satupun! Kalo di d’BCN, nasib apes ini hanya untuk orang yang benar-benar ga berusaha.
Aku bingung harus melakukan apa.. Finally, setelah iklan bareng2 teman, akhirnya aku mendapatkan puluhan prospek beberapa downline. Tapi… dua bulan kemudian… Sebagian downline-ku tertidur dengan pulas, ada yang muncur dan ga kliatan setelah mendaftar. Aku merasa galau. Merasa jauh dari upline, tak memiliki teman perjuangan, tak punya dukungan apapun.
Banyak hal teknis yang menghambatku kala itu, terutama karena hamil muda, proyek eKTP dan akses internet yang amat terbatas. Blackberry pemberian suami ternyata belum bisa membantu banyak seperti yang kumau.
Waktu itu benar-benar say goodbye dengan kerja keras. Aku ingin semua berjalan apa adanya saja. Namun, email mb Nadia menyadarkanku. Dan aku kembali bersemangat, bahkan memiliki banyak hal yang sebelumnya tak ada; downline2 penuh semangat yang menjadi leader2 andalanku, support dari mb Nadia, banyak cara dan tips baru untuk mengembangkan bisnis ini.
Kini aku lebih menghargai apa yang terjadi dengan diriku, kalau sejak awal aku diberi fasilitas terlalu banyak, mungkin aku malah akan mudah menyerah. Semua indah pada waktunya. Teman-teman pasti tau tentang ini…
Untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik, ulat akan makan banyak. Tubuhnya sungguh menjijikkan dan banyak dijauhi manusia. Beberapaw aktu kemudian dia membungkus tubuhnya menjadi sebuah kepompong kusam.
Setelah kepompong pecah, keluar lah si ulat tadi. Tapi sudah berubah wujud menjadi seekor kupu-kupu yg cantik. Nah, saat mulai mengintip dari dinding kepompongnya pas mau keluar, bikin gemess lho… Karena biasanya lamaaa sekali. Keluar seinci, istirahat. Keluar semili meter, brenti lagi
Apalagi kalo kayaknya tinggal dikiiittt banget. Pengen deh bantuin nyobek kepompongnya biar bisa cepat kluar. Tapiii.. Biasanya kalo dibantu, entah kenapa, kupu-kupu tadi ga bakal jadi sempurna. Entah sayapnya yang sobek, entah sayap nya ga kering.
Itu juga proses yang sedang kualami. Aku yakin, para upline bisa saja membantuku sekuat tenaganya. Tapi itu tidak akan berarti banyak buatku. Mungkin malah akan membuatku ‘cacat’ dan tak benar-benar cantik. Begitu pula yang ingin kulakukan untuk para leaderku.
Kalaupun aku ingin membantu, ibarat ulat.. maka aku hanya akan membantu menyediakan daun yang banyak, memberikan suasana yang kondusif, tapi tak ingin menghalangi metamorfosis agar saat menjadi kupu-kupu kelak, para leaderku adalah kupu2 sempurna yang cantik.. ^^








memang benar , untuk benar benar menjadi cantik butuh proses yang amat panjang, kalau nggak kuat mental ya bisa putus ditengah jalan n………………. kecantikan pun akan terhenti prosesnya maka jadilah tetap siburuk rupa . Tetap semangat dan pantang menyerah .
siiiip! setuju mb narni ^
bener bgt sama apa yg mbak bilang,,perkenalkan nama ku Eka,,dan aku baru mau bergabung di d’BCN mbak,,tinggal nunggu no konsultan keluar….aku byk baca artikel mbak di web ini,, dan aku semakin semangat buat ikutan….salam kenal ya mbak Mae
Pinkers : Salam kenal kembali ^^ Yuuk.. semangat ya mb Eka..
mantap artikelx