Mendengar kata MLM, dipastikan banyak orang yang berpikiran negatif. Penipuan lah, janji semu lah. Pengennya menjauh aja dari kata itu. Apalagi kalo ada teman yang memprospek MLM, perasaan si teman berubah jadi menyebalkan karena berkesan memaksa kita untuk bergabung.
Pertama kali mendengar kata MLM saat aku masih awal SMP kali yaa…, sebelum krisis moneter Indonesia. Ketika itu ibu bergabung dengan MLM berbagai produk kebutuhan rumah tangga bernama Forever Young. Produknya cukup inofatif, misalnya detergen yang air bekas rendamannya bisa untuk pupuk tanaman (kata membernya sih begitu). Modal untuk bergabung cukup besar. Masih dibawah satu juta tapi jaman segitu satu juta tuh kerasa buanyak lho… (lagi…)








