Iya, heran juga kalo mendengar pernyataan temen-temen; masa muda (remaja) itu masa mencari jadi diri. So, harus nyoba macam-macam biar tahu mana yang baik, mana yang buruk untuk mencari yang terbaik. Kasihan juga ya kalau harus mengorbankan waktu, tenaga en pikiran hanya untuk sesuatu yang coba-coba. Apalagi kadang sebelum nemuin apa yang kita cari, sangat mungkin kita udah kejebur duluan en ga bisa keluar lagi. Iya kalo kecebur pada aktivitas positif, kalo kecebur di kubangan maksiat?! Rugi, atuh.
Rata-rata usia manusia jaman ini enam puluh lima tahun. Jika kita terlalu sibuk bekerja atau punya kebiasaan ga baik, usia kita bisa kepotong karena berbagai penyakit krnis yang menghampiri. Jika sudah begitu, kemungkinan usia kita sampai empat puluh atau lima puluh tahun saja. Dari usia itu, dua puluhan tahun udah kita jalani. Sisanya akan kita habiskan untuk makan, istirahat dan bekerja atau belajar. Usia kita segitu pendek man! Bete ga seeh bayangin selama puluhan tahun hidup kita berputar-putar pada tiga titik itu? Jika kita mementingkan kepentingan tubuh saja, ga ada bedanya dong sama mesin.
Untuk saat ini mungkin kita ga sebete itu. Masih ada kesempatan tuk having fun. Apalagi tanggungan hidup kita masih dipenuhi oleh ortu.Masih ada kesempatan untuk bersenang-senang. But, tentu saja akan lebih bagus kalo hidup kita berpijak pada pijakan yang pasti. Bukan cuma untuk memenuhi kebutuhan perut. (Kalo dipikir-pikir, suer… apa yang kita kerjakan larinya ke perut juga). Sekolah, kuliah, belajar, bekerja, buat cari makan toh? Dan sama sekali ga membanggakan jika kita hanya mengikuti para trendsetter dunia. Sekali-kali, kita jaadi trendsetter dong. Bikin kek ide baru, sesuatu yang berbeda (yang baek-baek aja lah…) en jadilah pioneer, mengawali mainstream yang diikuti oleh manusia sejagat. Masa kita cuma jadi konsumen, jadi pecundang. Masa seumur hidup kita mo berkiblat sama tren, musik en artis terus. Sekali-kali gantian mereka yang ngikutin kita ya.
Apa yang kita jalani, nilai-nilai yang kita pegang teguh, itu sesuatu yang ga abadi Man! Ga bisa dijaidin pijakan. Jika ga berdasar pada ‘buku panduan’ penciptaan kita. Dan tentu saja ga bisa jamin qta bisa hidup selamet. To the point aja, cuma mau ngajak temen-temen mulai membaca en memahami ‘buku panduan’ itu. Caranya? Belajar lah… baca buku, nyari di internet, tanya Ustadz. Hari gini, ga ngaji?!







